Logo Harian.news

Telan 8 M Lebih, Rekonstruksi Jembatan Munte Jeneponto Molor

Editor : Redaksi Selasa, 03 Januari 2023 23:52
Warga berada di atas rekonstruksi jembatan, Selasa (3/1/2023). Foto: Aswin/HN
Warga berada di atas rekonstruksi jembatan, Selasa (3/1/2023). Foto: Aswin/HN
APERSI

JENEPONTO, HARIAN.NEWS – Pengerjaan rekonstruksi jembatan Munte penguhubung tiga kecamatan, Turatea, Binamu, Kelara, Jeneponto hingga kini tak kunjung tuntas.

Bahkan pengerjaan menggunakan bantuan dana hibah dengan anggaran Rp 8,7 miliar tahun anggaran 2022 dari Badan penanggulan bencana daerah (BPBD) Jeneponto sudah melewati masa kontrak.

Baca Juga : Dukung Fasilitas Ibadah, Pegadaian Bantu Pembangunan Masjid di Jeneponto

Sesuai tertuang dipapan proyek rekonstruksi jembatan Munte (Poros Mangaungi-Mangepong) Kec. Turatea yang dikerjakan oleh CV. Citra Lestari Mandiri, waktu pelaksanaan 10 Mei sampai 5 November 2022 atau sudah molor.

Kondisi ini mendapat perhatian dari masyarakat setempat maupun organisasi masyarakat yang mendesak agar jembatan segera dituntaskan.

Baca Juga : Perkuat Akuntabilitas, Jeneponto dan Takalar Bahas Teknis Pelaporan Program Strategis Nasional

“Semoga pekerjaan jembatan ini segera selesai,” harap warga saat di lokasi pengerjaan jembatan.

Sementara itu Subair, pegiat anti korupsi Jeneponto yang menyoroti pengerjaan yang sudah melewati batas waktu. Bahwa pekerjaan jembatan ini dilakukan setelah terjadi banjir bandang pada tahun 2019 lalu yang saat ini sudah memasuki 2023.

“Pengecoran lantai jembatan juga belum dikerja,” bebernya saat meninjau lokasi, Selasa (3/1/2023).

Baca Juga : Mudik Lebaran 2026, Indosat Antisipasi Lonjakan Trafik 53 Persen di Jeneponto

Ia kemudian menanyakan penyebab terlambatnya pengerjaan ini, alasannya pemasangan tiang pagar jembatan yang harus dilas belum selesai. Termasuk, alasan lainnya kondisi hujan, sehingga pekerjanya takut ke setrum listrik.

Padahal, menurut Subair, perusahaan seharusnya telah mewanti hal itu dengan dilengkapi alat keselamatan saat bekerja.

“Inilah pengetahuan dan pemahaman yang seharusnya di jelaskan kepada pekerja bahwa terkait masalah alat pelindung diri (APD) itu hanya bagian terkecil daripada sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja,” ujarnya.

Baca Juga : Komisi IV DPRD Jeneponto Tanggapi Polemik Penonaktifan KIS BPJS

Ia juga menambahkan, bagian yang terpenting daripada penerapan K3 itu adalah bagaimana petugas dapat mengendalikan potensi kejadian yang berhubungan dengan keselamatan pekerja dan lingkungan.

“Maaf, K3 itu punya anggaran tersendiri coba saja kita liat di RAB,” tambahnya.

Harian.news berupaya melakukan konfirmasi ke CV. Citra Lestari Mandiri, dalam hal ini Arnal selaku project manager terkait molornya proyek jembatan ini belum memberikan jawaban.

Pesan WhatsApp yang tercentang satu serta dihubungi via telepon celuler tapi belum tersambung.

Diketahui Desa Bonto Mate’ne Kec Turatea Kabupaten Jeneponto, Sekitar 7 KM dari Kota Bontosunggu Jeneponto, Jembatan Munte putus dan ribuan KK warga terisolasi saat 2019 lalu.

Pasca putusnya jembatan, pihak TNI berinisiatif membangun jembatan darurat untuk dilalui sembari mengunggu jembatan Munte tuntas.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Penulis : Aswin R

Follow Social Media Kami

KomentarAnda