Logo Harian.news

Tubuh-Tubuh Kota yang Bercerita di Panggung Jalanan

Editor : Redaksi II Rabu, 30 April 2025 18:32
Belanja Citra oleh Dwi Lestari Johan, Proyek Kota dalam Teater 2022. Fotografer Ahmad Amri Aliyyi.
Belanja Citra oleh Dwi Lestari Johan, Proyek Kota dalam Teater 2022. Fotografer Ahmad Amri Aliyyi.

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Di tengah hiruk-pikuk Kota Makassar, Kala Teater terus hadir sebagai ruang alternatif yang menyuarakan keresahan dan harapan warga melalui seni pertunjukan.

Berdiri sejak Februari 2006, Kala Teater tidak hanya memproduksi karya panggung, tapi juga menghidupkan dialog antarwarga lewat pendekatan seni yang mendalam.

Dengan visi mengasah kepekaan antarmanusia, kelompok teater ini memadukan penciptaan seni, pelatihan, kolaborasi lintas disiplin, hingga riset budaya.

Salah satu inisiatif penting mereka adalah proyek Kota dalam Teater (KdT), yang telah berlangsung sejak 2015. Proyek ini membaca denyut kehidupan kota melalui cerita-cerita warga, mulai dari isu kemacetan, kriminalitas jalanan, reklamasi, hingga fenomena sosial yang kompleks seperti gangguan mental dan diskriminasi pekerjaan.

Selama satu dekade, Kala Teater telah melibatkan 1.765 warga dan 71 seniman untuk meramu cerita kota menjadi karya panggung yang menggugah.

Tahun ini, proyek Kota dalam Teater kembali hadir dengan pendekatan lebih menyentuh, membahas delapan isu urban yang kerap luput dari perhatian.

Perempuan Bangunan oleh Nurul Inayah, Proyek Kota dalam Teater 2022. Fotografer Ahmad Amri Aliyyi.

Mulai dari ketidakamanan berkendara akibat juru parkir liar, hingga tekanan mental yang muncul pascabanjir dan cuaca ekstrem. Juga disoroti, realitas getir perempuan pekerja ojek online dan buruh harian yang belum memiliki perlindungan kerja.

Dalam edisi 2025, Kala Teater menghadirkan delapan seni performans yang akan dipentaskan di sebelas titik di Kota Makassar.

Lokasi-lokasi seperti Pete-pete, Jl. Urip Sumoharjo, Pantai Losari, hingga Benteng Rotterdam dipilih untuk menghidupkan kembali ruang publik sebagai ruang ekspresi bersama. Tak hanya di atas panggung konvensional, tetapi langsung di jantung kehidupan kota.

Para performer, yang sebelumnya terlibat dalam laboratorium kreatif, menggali gagasan melalui diskusi, ceramah, riset lapangan, dan workshop.

Hasilnya adalah karya-karya yang lahir dari realitas warga—bukan sekadar fiksi panggung. Ada “Paksa Pasrah” oleh Sabri Sahafuddin, “Aku Ingin Tidur Lelap” karya Nurul Inayah, hingga “Tubuh Terik” dari Dwi Lestari Johan. Setiap performans adalah bentuk pertanyaan dan pengakuan atas kota yang sedang kita tinggali.

Menurut Shinta Febriany, fasilitator laboratorium KdT, proses ini memberi ruang bagi seniman untuk benar-benar menyelami tema yang diangkat.

“Mereka tidak hanya menafsirkan isu, tapi ikut mendengarkan suara warga, menyusunnya dalam tubuh mereka, dan menyampaikannya kembali ke publik,” ungkapnya, dikutip Rabu (30/04/2025).

Halang Jalan oleh Sabri Sahafuddin, Proyek Kota dalam Teater 2022. Fotografer Ahmad Amri Aliyyi.

Sementara itu, Manajer Produksi Widya Handayani menyampaikan alasan pemilihan ruang komunitas dan publik sebagai lokasi pentas.

“Kami ingin memperluas jangkauan interaksi. Ruang publik bukan sekadar tempat lewat, tapi juga ruang hidup yang bisa menghidupkan kesadaran,” ujarnya.

Kolaborasi juga dijalin dengan berbagai komunitas dan ruang kreatif di Makassar, termasuk Riwanua, Mall Nipah, dan Studio Kala Teater.

Selama perjalanannya, proyek KdT telah menghasilkan 12 karya teater, 4 karya performans lintas kota, dan 15 artikel reflektif.

Capaian ini menunjukkan bahwa teater bisa menjadi medium riset sekaligus ruang partisipasi publik. Seni tidak hanya menghibur, tapi juga memantik kesadaran sosial.

Dukungan terhadap proyek ini datang dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Kebudayaan, Dana Indonesiana, LPDP, hingga komunitas lokal seperti Toko Bekal Hidup dan Sanggar Seni Sipakainge.

Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti bahwa seni dan kepedulian sosial bisa berjalan beriringan.

Bagi yang ingin mengikuti perjalanan Kota dalam Teater lebih dekat, informasi dapat diakses melalui akun Instagram @kalateater dan Facebook Kala Teater.

Di sanalah kisah-kisah kota terus dirangkai, disuarakan, dan dibagikan—agar kota tak hanya didiami, tapi juga dimaknai bersama.

 

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda