Logo Harian.news

Turut Bangun Desa, Unismuh Makassar dan Singapore Polytechnic Gelar Learning Express 2026 di Pangkep

Editor : Redaksi II Selasa, 31 Maret 2026 14:18
Pelaksanaan program Learning Express Social Innovation Project 2026 basil kerjasaman Unismuh Makassar dan Singapore Polytechnic. (Foto: Unismuh Makassar)
Pelaksanaan program Learning Express Social Innovation Project 2026 basil kerjasaman Unismuh Makassar dan Singapore Polytechnic. (Foto: Unismuh Makassar)

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Universitas Muhammadiyah Makassar kembali memperkuat internasionalisasi kampus melalui kolaborasi dengan Singapore Polytechnic dalam program Learning Express Social Innovation Project 2026.

Program ini menjadi ruang kolaborasi mahasiswa lintas negara yang menggabungkan pembelajaran akademik dengan pengabdian masyarakat berbasis inovasi sosial.

Kegiatan dibuka pada Selasa, 31 Maret 2026, di Aula Teater O Gift, Gedung Iqra, Kampus Unismuh Makassar.

Baca Juga : Yamaha Sulselbar Siap Gelar GTA Vol.2 Bagi Pengguna Aerox

Hadir pimpinan universitas, dosen, serta mahasiswa dari kedua institusi. Program ini diikuti 32 mahasiswa dan tiga dosen dari Singapore Polytechnic serta 30 mahasiswa Unismuh Makassar, dan akan berlangsung selama 12 hari hingga 10 April 2026.

Pelaksanaan kegiatan lapangan dipusatkan di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, tepatnya di wilayah Tondong Tallasa.

Ketua panitia, Dr. Wildan Burhanuddin, menjelaskan bahwa program ini mengangkat tiga proyek berbasis potensi lokal, yakni pengembangan gula aren, budidaya madu lebah, dan inovasi peternakan sapi.

Baca Juga : Wuling Eksion Ramaikan Pasar SUV Elektrifikasi di TSM Makassar

“Mahasiswa tidak hanya melakukan observasi, tetapi juga merancang solusi menggunakan pendekatan design thinking dengan luaran berupa prototipe yang dapat dikembangkan bersama masyarakat,” jelasnya, Selatan (31/03/2026).

Selanjutnya, Ketua LP3M Unismuh Makassar, Dr. Muhammad Arief Muhsin, menegaskan bahwa Learning Express 2026 merupakan bagian dari strategi internasionalisasi berbasis kolaborasi nyata.

“Program ini tidak sekadar pertukaran mahasiswa, tetapi juga memperkuat riset dan pengabdian masyarakat yang berdampak langsung,” bebernya.

Baca Juga : Mangkir Tiga Kali, Kepala Lembang Lea Terancam Konsekuensi Hukum Keterbukaan Informasi

Rektor Unismuh Makassar, Dr. Abd Rakhim Nanda, mendorong seluruh peserta untuk aktif terlibat di tengah masyarakat selama program berlangsung.

“Kami menilai Learning Express sebagai agenda tahunan yang telah memberikan kontribusi akademik dan ilmiah bagi kedua institusi,” ucapnya.

Dari pihak Singapore Polytechnic, M. Thiyagarajan menggambarkan program ini sebagai “Express Learning”, yaitu proses pembelajaran intensif yang menggabungkan pengalaman sosial, budaya, dan kemanusiaan dalam waktu singkat.

Baca Juga : Ramai Ucapan Prabowo Sebut di Desa Gak Pakai Dolar

“Selain belajar tentang kehidupan masyarakat desa di Indonesia, peserta juga diharapkan membangun relasi yang lebih dekat sebagai sesama pembelajar lintas budaya,” pungkasnya.

Melalui Learning Express 2026, Unismuh Makassar menunjukkan komitmennya dalam mengintegrasikan jejaring internasional dengan kebutuhan masyarakat lokal.

Desa tidak lagi diposisikan sekadar lokasi kegiatan, melainkan sebagai laboratorium sosial tempat mahasiswa merumuskan inovasi bersama warga berbasis potensi yang dimiliki.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda