HARIAN.NEWS, MAKASSAR — Suasana haru dan syukur memenuhi pelataran Asrama Haji Sudiang, Makassar, pada Sabtu malam (6/6/2026). Sebanyak 385 jemaah haji asal Kabupaten Gowa yang tergabung dalam Kloter 7 UPG Debarkasi Makassar akhirnya tiba di Tanah Air, menuntaskan rangkaian panjang ibadah haji yang penuh makna.
Kedatangan para tamu Allah ini disambut langsung oleh Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin. Kehadirannya menjadi simbol komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Gowa dalam mengawal proses ibadah warganya, mulai dari pemberangkatan hingga pemulangan ke kampung halaman.
Baca Juga : Wabup Gowa Lepas 142 Atlet Porsenijar 2026, Bidik Juara Umum di Sidrap
Harapan Mabrur dan Keteladanan
Di tengah kegembiraan, Darmawangsyah menyampaikan rasa syukur yang mendalam. “Alhamdulillah, apa yang kita berangkatkan, itu pula yang kembali hari ini dalam keadaan sehat. Ini adalah nikmat besar yang patut kita syukuri,” ujarnya dengan penuh haru.
Lebih dari sekadar penyambutan seremonial, orang nomor dua di Gowa ini menitipkan pesan berat kepada para jemaah. Ia berharap gelar haji yang disandang tidak hanya sekadar status, tetapi benar-benar menjadi haji yang mabrur.
Baca Juga : Akhir Pekan di Gowa, Wabup Darmawangsyah Joging Bareng Warga
“Kami berharap setelah kembali ke Gowa, para jemaah dapat menjadi teladan dan tokoh masyarakat. Bawalah nilai-nilai kebaikan dari Tanah Suci untuk memperkuat kehidupan sosial dan keagamaan di lingkungan masing-masing,” pesan Darmawangsyah.
Ia juga mengapresiasi kinerja seluruh petugas haji dan umrah yang telah mendampingi jemaah selama di Tanah Suci. Pada prosesi tersebut, secara resmi Pemerintah Kabupaten Gowa menerima penyerahan kembali jemaah dari pihak Debarkasi Makassar.
Doa untuk Kemajuan Gowa
Baca Juga : Wabup Gowa Apresiasi Pengukuhan Bunda Guru PGRI Kabupaten Gowa
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gowa, Alim Bahri, turut mengungkapkan kebahagiaannya. Ia menekankan bahwa ibadah haji bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari kehidupan baru yang lebih baik.
“Kita semua berdoa agar para jemaah meraih predikat haji mabrur. Saat kembali beraktivitas, kami harap mereka mampu menjaga persatuan dan mendukung pembangunan Gowa agar semakin maju,” tutur Alim Bahri.
Menariknya, Alim Bahri menyoroti doa-doa yang dipanjatkan para jemaah di Tanah Suci. “Bukankah salah satu doa mereka adalah agar kampung halaman, Kabupaten Gowa, diberikan keamanan dan keberkahan? Mari kita sambut mereka dengan gembira, karena doa mereka adalah doa untuk kita semua,” tambahnya.
Baca Juga : Semarak 1 Muharram, Wabup Gowa Ajak Santri Hijrah ke Kebaikan
16 Tahun Penantian yang Terbayar
Di antara 385 jemaah yang tiba, ada cerita haru dari Hamdana Dg Baji. Setelah menunggu selama 16 tahun lamanya, ia akhirnya bisa menginjakkan kaki di Tanah Suci dan kembali dengan penuh kebahagiaan.
“Alhamdulillah, setelah menunggu 16 tahun akhirnya saya bisa pergi haji. Saya merasa nyaman, tidak ada beban, dan bisa fokus beribadah. Cuaca di sana juga tidak terlalu panas sehingga semuanya berjalan tenang,” kenang Hamdana dengan mata berkaca-kaca.
Kepulangan 385 jemaah ini bukan sekadar berakhirnya perjalanan fisik, tetapi menjadi awal dari babak baru bagi mereka untuk menyebarkan keteduhan dan keberkahan di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Gowa. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
