Targetnya tak main-main. Sugiono ingin pencak silat tak hanya berjaya di kancah SEA Games atau Asian Games, melainkan menjadi cabang olahraga resmi di Olimpiade.
“Pencak silat harus menjadi warna pembangunan manusia Indonesia dan cita-cita kita untuk melihat pencak silat menjadi bagian dari Olimpiade harus diwujudkan,” tegasnya.
Menurut Sugiono, salah satu jalan pintas mewujudkan itu adalah dengan memasukkan pencak silat ke dalam sistem pendidikan nasional. Ia ingin silat diajarkan tak hanya sebagai gerakan fisik, tetapi sebagai metode pembentukan karakter manusia Indonesia.
Baca Juga : Presiden Prabowo ‘Sulap’ Pulau Miangas: Starlink untuk Setiap KK
Prabowo Pamit: Negara Lebih Butuh Saya di Istana
Di sisi lain, suasana Munas makin mengharu biru saat Prabowo secara resmi berpamitan. Presiden RI ke-8 itu menjelaskan bahwa dirinya mundur bukan karena lelah, melainkan karena waktu dan panggung yang berbeda.
Ia menyebut, tanggung jawab sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan menyita hampir seluruh waktunya. Alih-alih tidak becus, Prabowo memilih mundur agar IPSI tetap dikelola dengan optimal.
Baca Juga : Prabowo: Vietnam dan Thailand Hebat Silat, Dulu Kita yang Latih
“Hari ini saya menyatakan bahwa saya mohon izin untuk tidak melanjutkan sebagai Ketua Umum PB IPSI. Karena saya sudah mengemban tugas kebangsaan yang menyita waktu saya, sehingga tidak mungkin saya efektif sebagai Ketua Umum PB IPSI,” ungkap Prabowo.
Meski tak lagi menjabat, mata Prabowo tetap tertuju pada prestasi para pesilat. Ia menitipkan pesan kepada Sugiono dan seluruh keluarga besar IPSI: “Jaga marwah silat, jaga persatuan, dan buktikan bahwa Indonesia bisa.”
Kini, bola panas sudah berada di tangan Menlu Sugiono. Publik menanti: Mampukah seorang diplomat membawa silat berdendang di panggung terbesar dunia, Olimpiade? ***
Baca Juga : Pemerintah Sesuaikan Jadwal Makan Bergizi Gratis Jadi 5 Hari Seminggu
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
