HARIAN.NEWS – Presiden RI, Prabowo Subianto mengakui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah bergulir masih ada kekuarangannya hingga diperlukannya evaluasi mendalam.
Presiden Prabowo meminta agar para oknum petugas yang menangani program MBG yang melanggar dapat ditindak.
Baca Juga : 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Pernyataan presiden tersebut disampaikan saat sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Rabu, 21 Oktober 2026 lalu.
Prabowo menilai masih ada hal-hal yang perlu dibenahi agar pelaksanaan di lapangan semakin sesuai dengan sasaran atau apa yang diharapkan pemerintah. Dengan menyampaikan kekurangan secara terbuka, pemerintah mengakui bahwa program berskala besar membutuhkan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.
MBG dipandang sebagai program strategis karena berkaitan langsung dengan pemenuhan gizi dan masa depan anak-anak Indonesia. Ketersediaan makanan yang bergizi dapat mendukung kebutuhan tumbuh kembang, sementara jangkauan program menuntut koordinasi berbagai pihak. Karena itu, persoalan dalam pelaksanaan tidak dapat dianggap sepele.
Baca Juga : Presiden Prabowo Rayakan Ulang Tahun ke-75
Kualitas makanan, tata kelola, pengawasan, serta konsistensi layanan merupakan sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian dalam penyelenggaraan program MBG. Pengakuan atas kekurangan memberi gambaran bahwa tujuan besar tersebut harus ditopang oleh pelaksanaan yang tertib dan dapat dipertanggungjawabkan.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
