Baca Juga : Bangunan Pesantren Al Khoziny Ambruk, Menag Tinjau Korban dan Salurkan Bantuan
Baca Juga : Idul Adha 10 Zulhijah 1446 H Jatuh 6 Juni 2025
Baca Juga : Bangunan Pesantren Al Khoziny Ambruk, Menag Tinjau Korban dan Salurkan Bantuan
Baca Juga : Idul Adha 10 Zulhijah 1446 H Jatuh 6 Juni 2025
HARIAN.NEWS, JAKARTA – Gagasan Menteri Agama Republik Indonesia yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, mengenai pentingnya mengedepankan aksi kemanusiaan nyata mendapat dukungan kuat dari para pemimpin agama dunia.
Gagasan ini disamapaikan Menag dalam Pertemuan Internasional untuk Perdamaian Sant’Egidio di Assisi, Italia. Berbicara dalam sidang pembukaan tingkat tinggi bertajuk
Baca Juga : Bangunan Pesantren Al Khoziny Ambruk, Menag Tinjau Korban dan Salurkan Bantuan
Baca Juga : Idul Adha 10 Zulhijah 1446 H Jatuh 6 Juni 2025
Menag mendesak perubahan paradigma dalam diplomasi global agar hubungan antarumat beragama diwujudkan melalui langkah-langkah konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat. Gagasan ini disambut positif dan mendapat penguatan dari berbagai tokoh keagamaan internasional yang hadir.
Baca Juga : Bangunan Pesantren Al Khoziny Ambruk, Menag Tinjau Korban dan Salurkan Bantuan
Baca Juga : Idul Adha 10 Zulhijah 1446 H Jatuh 6 Juni 2025
Baca Juga : Menteri Agama Apresiasi Disertasi Doktor Aras Prabowo: Teseng Bugis Hadirkan Akuntabilitas Humanis
Dalam forum yang dihadiri ratusan delegasi dari berbagai negara, Menag menyoroti keterbatasan KTT lintas agama tradisional yang kerap terjebak pada gestur simbolis. Menurutnya, keharmonisan global membutuhkan langkah taktis yang langsung berdampak bagi masyarakat.
Baca Juga : Bangunan Pesantren Al Khoziny Ambruk, Menag Tinjau Korban dan Salurkan Bantuan
Baca Juga : Idul Adha 10 Zulhijah 1446 H Jatuh 6 Juni 2025
“Dialog antaragama tidak boleh berhenti pada deklarasi bersama formal, tanda tangan, atau perjanjian di atas kertas,” tegas Menag Nasaruddin Umar di Assisi, Selasa (27/10/2026).
Baca Juga : Bangunan Pesantren Al Khoziny Ambruk, Menag Tinjau Korban dan Salurkan Bantuan
Baca Juga : Idul Adha 10 Zulhijah 1446 H Jatuh 6 Juni 2025
“Perdamaian sejati menuntut dialog untuk secara aktif ditransformasikan menjadi aksi nyata dan gerakan pelestarian lingkungan yang langsung meringankan beban masyarakat di akar rumput,” sambungnya.
Baca Juga : Bangunan Pesantren Al Khoziny Ambruk, Menag Tinjau Korban dan Salurkan Bantuan
Baca Juga : Idul Adha 10 Zulhijah 1446 H Jatuh 6 Juni 2025
Strategis Menag mendesak para pemimpin dunia untuk mulai mengadopsi “bahasa agama” sebagai mekanisme inti dalam hubungan internasional.
Baca Juga : Bangunan Pesantren Al Khoziny Ambruk, Menag Tinjau Korban dan Salurkan Bantuan
Baca Juga : Idul Adha 10 Zulhijah 1446 H Jatuh 6 Juni 2025
Menurutnya, kerangka spiritual mampu mengurangi permusuhan psikologis yang mengakar dalam, di saat manuver politik dan militer konvensional sering kali menemui jalan buntu. Sebagai bukti konkret, Menag memaparkan model pluralisme dan harmoni kehidupan (living harmony) Indonesia sebagai studi kasus bagaimana keberagaman dapat dikelola untuk menjaga stabilitas dan kerukunan sehari-hari.
Baca Juga : Bangunan Pesantren Al Khoziny Ambruk, Menag Tinjau Korban dan Salurkan Bantuan
Baca Juga : Idul Adha 10 Zulhijah 1446 H Jatuh 6 Juni 2025
Penguatan gagasan ini semakin menegaskan peran aktif Indonesia dalam mendorong moderasi beragama (Wasaṭiyyah Islam) dan harmoni lintas batas di tingkat global. Dukungan Pemimpin Agama Dunia Gagasan diplomasi praktis yang disampaikan Menag mendapat sambutan dan penguatan dari para pemimpin agama dunia yang hadir.
Baca Juga : Bangunan Pesantren Al Khoziny Ambruk, Menag Tinjau Korban dan Salurkan Bantuan
Baca Juga : Idul Adha 10 Zulhijah 1446 H Jatuh 6 Juni 2025
Kardinal Matteo Zuppi selaku Ketua Konferensi Waligereja Italia mendukung pandangan mengenai urgensi menghilangkan pola pikir yang kaku, agresif, atau penuh konflik. Kardinal Matteo Zuppi juga sepakat bahwa institusi keagamaan harus aktif melucuti permusuhan melalui suara lintas batas demi martabat manusia.
Baca Juga : Bangunan Pesantren Al Khoziny Ambruk, Menag Tinjau Korban dan Salurkan Bantuan
Baca Juga : Idul Adha 10 Zulhijah 1446 H Jatuh 6 Juni 2025
Dukungan serupa disampaikan Rabi Kepala Haïm Korsia selaku Rabi Agung Prancis yang menekankan pentingnya bergerak melampaui seremonial.
Baca Juga : Bangunan Pesantren Al Khoziny Ambruk, Menag Tinjau Korban dan Salurkan Bantuan
Baca Juga : Idul Adha 10 Zulhijah 1446 H Jatuh 6 Juni 2025
Rabi Kepala Haïm Korsia menegaskan bahwa kerja sama tokoh agama dalam proyek kemanusiaan lokal menciptakan fondasi perdamaian yang jauh lebih kokoh ketimbang sekadar perjanjian politik.
Baca Juga : Bangunan Pesantren Al Khoziny Ambruk, Menag Tinjau Korban dan Salurkan Bantuan
Baca Juga : Idul Adha 10 Zulhijah 1446 H Jatuh 6 Juni 2025
Delegasi Kristen Ortodoks Timur dan Ekumenis juga turut menyambut model pluralisme Indonesia. Dia menunjuk Deklarasi Istiqlal 2024 yang ditandatangani Menag bersama Paus Fransiskus di Jakarta sebagai cetak biru bahwa perbedaan teologis yang besar tidak harus berujung pada konflik. Sidang pembukaan ini ditutup dengan komitmen bersama seluruh panelis untuk melanjutkan
Baca Juga : Bangunan Pesantren Al Khoziny Ambruk, Menag Tinjau Korban dan Salurkan Bantuan
Baca Juga : Idul Adha 10 Zulhijah 1446 H Jatuh 6 Juni 2025
“Semangat Assisi 1986” dari forum dialog menjadi instrumen praktis diplomasi internasional yang berfokus pada aksi kemanusiaan, pelestarian lingkungan, dan perdamaian dunia secara berkelanjutan.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
