Logo Harian.news

Arus Bantuan Membludak, JNE Makassar Pusatkan Drop Point Program Peduli Bencana di Kantor Cabang Utama

Editor : Redaksi Selasa, 09 Desember 2025 12:52
Pihak JNE Cabang Utama diwakili Ibu Ulva menerima paket bantuan bencana dari masyarakat untuk disalurkan melalui program gratis ongkir.
Pihak JNE Cabang Utama diwakili Ibu Ulva menerima paket bantuan bencana dari masyarakat untuk disalurkan melalui program gratis ongkir.

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Lonjakan drastis pengiriman bantuan dari masyarakat dalam program Peduli Bencana mendorong JNE Makassar melakukan penyesuaian operasional.

Mulai Senin, 8 Desember 2025, seluruh penerimaan bantuan resmi dipusatkan hanya di Kantor Cabang Utama JNE Makassar, setelah kuota pengiriman mencapai kapasitas maksimal dan kondisi gudang dinyatakan overload.

Kantor Cabang Utama Makassar terletak di Jl A.P. Pettarani (Depan Ramayana) dengan penanggungjawab Ibu Ulva.

Baca Juga : JNE Jadi Official Logistics Partner Konser “Dua Delapan” Padi Reborn 2026

 

Program Peduli Bencana yang dibuka sejak pekan lalu mendapat respons luar biasa. Berdasarkan data internal JNE Makassar, volume barang bantuan yang masuk meningkat hingga 320 persen dibandingkan periode normal.

Dalam tiga hari terakhir saja, tercatat lebih dari 18 ton bantuan logistik terdiri dari pakaian layak pakai, obat-obatan, makanan siap saji, perlengkapan bayi, serta kebutuhan darurat lainnya.

Baca Juga : Saat Prabowo Curhat Tak Punya Tongkat Nabi Musa

Kapasitas gudang JNE Makassar yang idealnya menampung sekitar 6–7 ton barang per hari akhirnya melampaui batas operasional yang aman. Hal tersebut membuat manajemen mengambil langkah cepat untuk mengatur ulang titik penerimaan bantuan.

Proses mengangkut paket peduli bencana oleh JNE.

Baca Juga : Pesan Natal di Tengah Bencana Alam

Kepala Cabang Utama JNE Makassar, Suci Indah Permatasari, menegaskan bahwa keputusan pemusatan drop point diambil semata-mata demi menjaga kelancaran dan keselamatan operasional distribusi bantuan.

“Respons masyarakat sungguh luar biasa. Namun, volume barang bantuan yang masuk sudah tiga kali lipat dari kapasitas normal kami. Demi memastikan bantuan tetap terkelola dengan baik dan tidak menumpuk secara berisiko, kami memutuskan seluruh drop point dipusatkan di kantor cabang utama,” ujar Suci, dalam keterangannya Senin (8/12).

Ia juga menjelaskan bahwa agen dan cabang JNE di seluruh Makassar sementara waktu menutup layanan penerimaan bantuan untuk program tersebut.

Baca Juga : Ucapan Hari Ibu untuk Kaum Ibu di Pengungsian

“Kami mohon maaf kepada pelanggan dan mitra di seluruh agen serta cabang. Insyaallah setiap niat baik yang telah dikirimkan masyarakat sebelumnya tetap kami salurkan dengan aman. Kami hanya membatasi titik penerimaan, bukan menghentikan distribusi bantuan,” tambahnya.

Tanggung Jawab Distribusi Tetap Berjalan

Meski ada pembatasan, JNE memastikan seluruh bantuan yang sudah diterima tetap akan diproses dan dikirimkan sesuai jadwal ke wilayah terdampak.

Tim operasional telah menambah jam kerja, membuka jalur penyortiran tambahan, dan menyiapkan armada logistik cadangan untuk mempercepat pengiriman.

Menurut Suci, koordinasi dengan posko pusat JNE serta pihak penyalur bantuan terus dilakukan untuk memastikan setiap barang terdata, tersortir, dan terkirim tanpa hambatan.

Apresiasi untuk Tim dan Masyarakat

Dalam penutupnya, Suci menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh tim JNE Makassar yang telah bekerja ekstra, serta kepada masyarakat yang menunjukkan solidaritas tinggi.

“Kami sangat mengapresiasi kepedulian masyarakat. Terima kasih juga kepada seluruh tim JNE yang bekerja tanpa lelah di lapangan. Semoga langkah kecil ini membantu mempercepat pemulihan saudara-saudara kita di wilayah bencana,” ungkap Suci.

Manajemen berharap masyarakat dapat memahami kebijakan ini serta mematuhi arahan untuk mengirimkan bantuan hanya melalui titik yang telah ditetapkan.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda