HARIAN.NEWS,JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto bertindak sebagai inspektur upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 di Gedung Pancasila, Jakarta. Dengan pakaian seragam lengkap, ia tiba pukul 09.35 WIB, disusul tiupan terompet tanda dimulainya upacara sepuluh menit kemudian.
Komandan upacara, Kolonel Inf Didin Nasruddin Darsono, memimpin prosesi khidmat: pengibaran bendera merah putih, pembacaan teks Pancasila, dan Pembukaan UUD 1945. Ratusan pejabat negara, menteri Kabinet Merah Putih, tokoh TNI-Polri, pelajar, serta masyarakat umum memadati area gedung bersejarah itu.
Baca Juga : Lipstik Effect: Ketika Rakyat Disuruh Tenang Soal Dolar, Dapur Rumah Pilih Bertahan Cara Sendiri
Yang menarik perhatian: barisan mantan wakil presiden dan presiden RI ikut hadir. Megawati Soekarnoputri (Presiden RI ke-5 sekaligus Dewan Pengawas BPIP) tampak duduk di baris depan. Bersamanya, Jusuf Kalla (Wapres ke-10), Ma’ruf Amin (Wapres ke-13), dan Gibran Rakabuming Raka (Wapres ke-14). Kehadiran mereka menggarisbawahi pentingnya Pancasila sebagai panglima lintas generasi.
Tema: Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia
Peringatan tahun ini mengusung tema yang ambisius: “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Pemerintah ingin mengingatkan bahwa menjaga persatuan tak cukup dengan slogan. Harus diwujudkan dalam perilaku nyata, termasuk saat bermedia sosial.
Baca Juga : Bupati Gowa Gaungkan Assamaturu di Hari Lahir Pancasila 2026
Dalam pidato yang dipantau secara daring, Presiden Prabowo menegaskan Pancasila bukan sekadar warisan sejarah. “Pancasila lahir dari pengalaman, budaya, dan cita-cita untuk hidup dalam satu bangsa,” katanya.
Ia menyebut ideologi ini adalah pegangan kokoh sekaligus pedoman utama bernegara—termasuk dalam menata sistem perekonomian nasional. “Perekonomian Indonesia harus berdasarkan Pancasila yang berpihak kepada rakyat. Kekayaan Indonesia harus bermanfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat luas.”
Transformasi Menuju Ekonomi Pancasila yang Egaliter
Baca Juga : Ajak Generasi Muda, Menaker: Hidupi Pancasila Setiap Hari
Di tengah capaian pertumbuhan ekonomi yang masih timpang, Prabowo mengambil sikap berani. “Transformasi dari ekonomi yang belum sepenuhnya berdasarkan Pancasila, menuju ekonomi yang sungguh-sungguh berdasarkan Pancasila,” ujarnya.
Apa arti ekonomi berdasarkan Pancasila? Presiden merinci: ekonomi yang religius, berkemanusiaan, dan memperkuat persatuan nasional.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
