HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Survei Indikator Politik Indonesia merilis masalah mendesak sering dikeluhkan warga Kota Makassar belakangan ini.
Setidaknya ada 19 poin yang menjadi masalah utama yang dialami masyarakat Makassar saat ini.
Founder sekaligus Peneliti Utama Indikator, Prof Burhanuddin Muhtadi menjelaskan, yang menjadi paling dikeluhkan adalah harga-harga kebutuhan pokok yang mahal.
“Harga pokok yang mahal dari hasil survei dikeluhkan sebanyak 22.7 persen, kemudian susahnya mencari lapangan kerja 16.2 persen, ketersediaan air bersih 14.4 persen, banjir 7.6 persen,”
Lalu ada sampah 6.5 persen, kondisi jalan yang rusak 6.2 persen, keamanan dan ketertiban 3.6 persen, pendidikan atau sekolah mahal 3.2 persen, kemacetan 2.5 persen, kesehatan/obat-obatan mahal 1.9 persen, listrik sering mati 1.8 persen.
Survei ini dilakukan periode 30 September – 8 Oktober 2024. Metode dalam melakukan survei ini, menggunakan populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia di Kota Makassar yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.
“Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling,”
Dalam survei ini jumlah sampel sebanyak 800 orang. Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 800 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error- -MoE) sekitar ±3.5% pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Sampel berasal dari seluruh kecamatan di Kota Makassar yang terdistribusi secara proporsional.
Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.
Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20% dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti.
Penulis: Nursinta
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
