Logo Harian.news

Keseimbangan Produktivitas dan Hak Pekerja: Komitmen Terbaru Kemnaker

Editor : Andi Awal Tjoheng Senin, 18 Mei 2026 22:56
Menaker Yassierli berdiri di tengah antara jajaran manajemen PT Telkom Indonesia yang dipimpin Dirut Dian Siswarini dan perwakilan Serikat Karyawan (Sekar) Telkom. (doc_birohumaskemnaker)
Menaker Yassierli berdiri di tengah antara jajaran manajemen PT Telkom Indonesia yang dipimpin Dirut Dian Siswarini dan perwakilan Serikat Karyawan (Sekar) Telkom. (doc_birohumaskemnaker)

HARIAN.NEWS, JAKARTA –Pemerintah terus berkomitmen untuk menciptakan keseimbangan yang harmonis antara peningkatan kinerja perusahaan dan perlindungan hak serta kesejahteraan pekerja.

Komitmen ini disampaikan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli usai menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) XI antara manajemen PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dengan Serikat Karyawan (Sekar) Telkom di Jakarta, Senin (18/05/2026).

Dalam sambutannya, Menaker Yassierli menekankan pentingnya sinergi antara pelaku usaha dan pekerja. Menurutnya, keberhasilan sebuah industri harus berjalan beriringan dengan kesejahteraan sumber daya manusianya.

Baca Juga : Menaker Pastikan Lulusan Magang Nasional Kantongi Sertifikasi Kompetensi Gratis

“Kami pemerintah selalu punya prinsip bahwa industrinya harus maju dan pekerjanya sehati dengan industri. Industri harus maju dan pekerjanya harus sejahtera. Menemukan rumusan itu tentu tidak mudah, tetapi itu yang terus kami upayakan,” ujar Yassierli.

Lebih lanjut, Yassierli menjelaskan bahwa pemerintah memikul tanggung jawab konstitusional untuk memastikan seluruh pekerja di Indonesia memperoleh hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak.

Karena itu, regulasi ketenagakerjaan terus disempurnakan agar mampu beradaptasi dengan dinamika ekonomi sekaligus memberikan perlindungan maksimal bagi tenaga kerja.

Baca Juga : Perlindungan Optimal, Menaker Tegaskan Jaminan Sosial untuk Seluruh Pekerja

Menaker Yassierli juga mendorong agar peran serikat pekerja dapat bertransformasi menjadi lebih strategis. Hubungan antara manajemen dan pekerja harus bergeser dari pola konfrontatif menjadi kolaboratif guna melahirkan berbagai inovasi di tempat kerja.

“PKB bukan tujuan akhir, tetapi awal perjalanan untuk membangun hubungan industrial yang lebih transformatif,” tambahnya.

Melalui momen penandatanganan PKB XI ini, Menaker berharap nilai-nilai luhur bangsa seperti gotong royong, kekeluargaan, dan musyawarah dapat menjadi fondasi hubungan industrial yang modern.

Baca Juga : Menaker: Pelatihan Vokasi Bikin Serapan Kerja Tembus 82%

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman

Follow Social Media Kami

KomentarAnda