Logo Harian.news

Belum Setahun Pasca Diresmikan, Jembatan Senilai Rp 2,5 Miliar di Jeneponto Retak Parah

Editor : Rasdianah Senin, 01 April 2024 22:21
Lembaga besar aliansi mahasiswa dan pemuda saat mengunjungi jembatan gantung Bontomanai yang rusak bersama Rahim PPK Jembatan Gantung yang mengenakan switer merah pakai topi dan Abrar Selaku Kontraktor yang mengenakan baju merah tidak pakai topi (22/3/2024). Foto: HN/Aswin
Lembaga besar aliansi mahasiswa dan pemuda saat mengunjungi jembatan gantung Bontomanai yang rusak bersama Rahim PPK Jembatan Gantung yang mengenakan switer merah pakai topi dan Abrar Selaku Kontraktor yang mengenakan baju merah tidak pakai topi (22/3/2024). Foto: HN/Aswin

JENEPONTO,HARIAN.NEWS – Belum cukup setahun, pasca diresmikan, jembatan gantung penghubung Desa Bontomanai dan Desa Gunung Silanu, Kecamatan Bangkala, telah mengalami banyak kerusakan. Hal ini mendapat sorotan dari Lembaga Besar Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sulawesi Selatan (LB AMP Sulsel)

Berdasarkan pantauan harian.news, di sisi kanan dan kiri jembatan telah ada retakan parah. Hal ini terlihat dari retakan panjang dan nampak menganga sekian centimenter. Tak hanya itu keretakan juga terjadi di bagian sisi tiang pegangan dari jembatan.

Salah satu penampakan retakan panjang pada proyek Jembatan Gantung Bontomanai. Foto: HN/Aswin

Baca Juga : Soal Kerusakan Jembatan Gantung Bontomanai, Pj Bupati Jeneponto Serahkan Sepenuhnya ke Dinas PU

Tim investigasi LB AMP Sulsel, Edi Heriyanto menyebutkan, jembatan tersebut banyak mengalami kerusakan seperti retak di bangunan pendukung beton jembatan, padahal bangunan tersebut baru saja diresmikan oleh Bapak Hamka B Kady dari partai Golkar.

Dalam papan proyek yang terpampang waktu pengerjaan dalam kontrak tanggal 22 Juni 2023 sampai masa pelaksanaan 193 hari kalender di menangkan oleh CV Timur Persada Mandiri yang bersumber dari dana APBN 2023 dengan anggaran Rp 2,5 Miliar

Sebelumnya Kata Edi bahwa pihaknya telah menyurati, Balai Besar Jalan Nasional Sulsel (BBJN) terkait hasil temuannya, sehingga pihak PPK Satker Jembatan turun ke lokasi untuk mengecek kondisi pekerjaan jembatan gantung.

Baca Juga : Kendalikan Harga Kebutuhan Pokok, Pemkab Jeneponto Gelar Operasi Pasar

“Pihak Satker Jembatan dalam hal ini Rahim PPK Jembatan Gantung Bontomanai bersama Abrar Selaku Kontraktor CV .Timur Persada Mandiri mengunjungi jembatan tersebut untuk dilakukan perbaikan, dan mereka siap melakukan pembongkaran di titik yang dianggap rusak, namun hasil perbaikan yang retak dan rusak hanya disiram air semen dan pondasi bagian kiri di bawah hanya ditambal sedikit,” lanjut Edi saat menyampaikan hasil temuannya, Senin (1/4/2024).

Ia juga menyampaikan bahwa pengerjaan beton diduga dikerjakan oleh Kapala Dusun Parang Labbua untuk wilayah Desa Gunung Silanu, dan untuk pengerjaan beton dari Desa Bontomanai, diduga dikerja masyarakat atas nama ‘Pak Ustaz’ nama panggilannya dengan anggaran Rp 19 juta,” pungkasnya.

Sementara itu, PPK Satker Jembatan Gantung Rahim, membenarkan kerusakan dini pada oprit Jembatan.

Baca Juga : Jelang Pemilu, Pemkab Jeneponto Pastikan Kesiapan Tenaga Kesehatan di 1.097 TPS

“PPK dan Penyedia jasa sudah turun ke lokasi dan disepakati setelah lebaran akan dilakukan perbaikan dengan pertimbangan akan menutup total jembatan sementara selama masa perbaikan,” kata Rahim.

” Terkait informasi masalah subkon mungkin bisa dikonfirmasikan ke Penyedia jasa, Kami tambahkan sebagai informasi segala cacat/ kerusakan tetap menjadi tanggungjawab Penyedia Jasa selama belum serah terima akhir pekerjaan,” lanjutnya saat dikonfirmasi harian.news.

Terpisah, Kontraktor CV. Timur Persada Mandiri, Abrar Selaku juga membenarkan kerusakan di oprit jembatan gantung Bontomanai.

Baca Juga : Hadiri Peringatan 160 Tahun Jeneponto, Ini Harapan Danny Pomanto

“Kami telah turun ke lokasi dengan PPK dan tim dari aliansi ke lokasi melihat hasil perbaikan dan kami akan melakukan perbaikan selanjutnya setelah lebaran karena akan diadakan penutupan sementara pada saat dilakukan perbaikan di lokasi,” ujar Akbar.

Mengenai temuan LB AMP Sulsel ssoal pekerjaan beton yang dikerjakan oleh Kepala Dusun Parang Labbua desa Gunung Silanu dan masyarakat di desa Bontomanai yang dikerja oleh ‘Pak Ustaz’, Akbar juga membenarkan hal tersebut.

“Betul dilaksanakan dari pekerja masing-masing desa, karena kemarin masing-masing desa meminta untuk diberdayakan pekerja lokalnya, tapi sebatas upah pekerja, InsyaAllah kami tetap melaksanakan perbaikan sebelum serah terima akhir pekerjaan,” ujarnya saat dikonfirmasi.

(ASWIN R)

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: redaksi@harian.news atau Whatsapp 081243114943

Follow Social Media Kami

KomentarAnda