Logo Harian.news

HARIAN LIFESTYLE

Bukan Senin Biasa: 4 Momen Penting 15 Juni 2026

Editor : Andi Awal Tjoheng Senin, 15 Juni 2026 07:52
Seorang fotografer amatir mengabadikan pemandangan indah Islandia (Gambar oleh freepik)
Seorang fotografer amatir mengabadikan pemandangan indah Islandia (Gambar oleh freepik)

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Tanggal 15 Juni 2026 tidak sekadar Senin biasa. Jatuh tepat di antara libur akhir pekan (Minggu, 14 Juni) dan libur nasional Tahun Baru Islam 1448 H (Selasa, 16 Juni), hari ini populer disebut sebagai ” Hari Kejepit Nasional ” (Harpitnas).

Bagi pekerja kantoran, momen ini seperti “nasi bungkus dua lauk” – libur panjang merayap, namun Seni tetap harus kerja. Tapi di balik dinamika cuti, tanggal 15 Juni menyimpan empat peringatan penting yang patut Anda ketahui.

1. Hari Demam Berdarah Dengue (DBD) ASEAN

Hari ini diperingati sebagai ASEAN Dengue Day (ADD). Pertama kali dideklarasikan tahun 2011 oleh negara-negara Asia Tenggara, peringatan 2026 ini mengusung pesan: perubahan iklim memperparah nyamuk.

Masyarakat diimbau menggencarkan 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur ulang, plus menghindari gigitan). Kasus DBD di Indonesia cenderung naik pada musim pancaroba. Jadi, jangan cuma asyik menikmati “hari kejepit”, periksa juga bak mandi Anda!

2. Hari Kesadaran Kekerasan terhadap Lansia Sedunia

PBB menetapkan 15 Juni sebagai World Elder Abuse Awareness Day (WEAAD). Peringatan ini menyuarakan penolakan terhadap segala bentuk pelecehan, penelantaran, dan eksploitasi finansial pada lansia.

Di Indonesia, dengan populasi lansia yang terus bertambah, momentum ini mengajak kita lebih menghormati dan melindungi kakek-nenek kita. Sebuah pengingat keras bahwa martabat lanjut usia adalah tanggung jawab bersama.

3. Hari Angin Sedunia (Global Wind Day)

Mungkin terdengar sepele, tapi Global Wind Day adalah kampanye global tentang energi terbarukan. Energi angin – bersih, tanpa emisi, dan tak terbatas – menjadi salah satu andalan transisi energi dunia.

Di negara-negara maju, peringatan ini dirayakan dengan kunjungan ke ladang turbin angin atau seminar energi hijau. Di Indonesia, kita bisa mulai dengan mensyukuri “angin sepoi” sebagai anugerah alam yang perlu kita jaga.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman
Penulis : ANDI AWAL TJOHENG

Follow Social Media Kami

KomentarAnda