HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, Dr. Suryadarma Hasyim, menyoroti permasalahan serius dalam sistem drainase Makassar.
Salah satu hambatan utama yang memperparah banjir adalah jaringan kabel bawah tanah yang menghalangi aliran air dari drainase sekunder ke drainase primer.
Baca Juga : Erafone Run 2026 Digelar 9 Agustus di Makassar, Targetkan Hingga 3.000 Peserta
Ia mengatakan, dalam inspeksi yang dilakukan, BBWS menemukan banyak kabel dan pipa yang tertanam di saluran drainase. Keberadaan infrastruktur ini menyebabkan penyumbatan, sehingga air tidak dapat mengalir dengan lancar ke kanal utama.
“Salah satu kendala utama adalah kabel-kabel bawah tanah yang mengganggu aliran air. Ini perlu ditertibkan agar drainase dapat berfungsi dengan baik,” tegas Suryadarma, setelah melakukan pertemuan dengan Wali kota Makassar Munafri Arifuddin di Balai Kota Makassar, Senin (24/3/2025).
Selain kabel, tumpukan sampah juga memperburuk kondisi drainase. Banyak saluran air yang seharusnya bisa mengurangi genangan justru tersumbat oleh sampah yang menumpuk, mempercepat banjir saat curah hujan tinggi.
Baca Juga : DPMPTSP Makassar Kerja Bakti Dukung Gunung Sari Hadapi Penilaian Kelurahan Tingkat Nasional
Suryadarma menegaskan bahwa banjir di Makassar bukan hanya disebabkan oleh faktor alam, tetapi juga oleh buruknya pengelolaan infrastruktur perkotaan.
Curah hujan ekstrem memang menjadi pemicu, tetapi drainase yang tersumbat oleh kabel dan sampah menjadi penyebab utama air meluap ke permukiman.
“Kalau hujan tidak ekstrem tapi tetap banjir, berarti ada yang salah dengan sistem drainase kita. Ini yang harus kita benahi bersama,” katanya.
Baca Juga : DPMPTSP Makassar Minta Pelaku Usaha Segera Sampaikan LKPM, Batas Akhir 15 Juli
Untuk mengatasi masalah ini, BBWS akan berkoordinasi dengan Pemkot Makassar serta pihak terkait guna menertibkan kabel bawah tanah yang menghambat drainase. Selain itu, Suryadarma juga menekankan perlunya relokasi dan penataan ulang kawasan rawan banjir.
“Ke depan, jangan lagi ada izin pembangunan di daerah rendah yang rawan banjir. Jika sudah terlanjur dibangun, harus ada solusi seperti tanggul atau sistem drainase yang lebih baik,” ujarnya.
Dengan koordinasi yang lebih ketat dan tindakan tegas terhadap penyebab penyumbatan drainase, Suryadarma berharap masalah banjir Makassar bisa ditekan secara signifikan.
Baca Juga : MMN Perkuat Sinergi Lintas Instansi Lewat Simulasi Tanggap Darurat di Tol Makassar
PENULIS: NURSINTA
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
