Tenaga maksimum mencapai 9,52 Hp pada 7.500 rpm, dengan torsi puncak 10 Nm pada 6.000 rpm. Tenaga ini disalurkan lewat transmisi otomatis CVT. Jelas, motor ini lebih ditujukan untuk mobilitas urban, bukan balap liar.
“Ini sinyal bahwa Kawasaki tidak ingin hanya jadi pemain niche. Mereka mau menjangkau konsumen yang lebih luas, termasuk pengguna skutik harian,” ujar pengamat otomotif yang enggan disebutkan namanya, kepada redaksi harian.news, Rabu (10/06/2026) malam.
Baca Juga : Astra Motor Sulsel Perkenalkan New Honda Scoopy, Trendsetter Skutik Terbaru
Sasis, Roda, dan Fitur Standar
Untuk kaki-kaki, Brusky 125 menggunakan:
– Sok depan: teleskopik
– Sok belakang: monoshock
– Ukuran roda: 14 inci (depan & belakang)
– Pengereman: cakram depan, tromol belakang
– Kapasitas tangki: 5,1 liter (cukup untuk perjalanan dalam kota)
Fitur yang disematkan cukup standar untuk kelasnya: lampu full LED, speedometer semi digital, dan port pengisian daya USB. Tidak ada ABS atau fitur canggih lain, karena memang target pasar segmen ekonomi.
Baca Juga : Yamaha Fazzio Modifest 2024 Makassar Sukses Jaring 70 Kontestan dari Wilayah Sulsel
Apa Artinya Bagi Pasar Indonesia?
Kehadiran Kawasaki di segmen skutik adalah keputusan berani. Selama ini, Kawasaki dikenal setia dengan motor sport, trail, dan moge. Tapi pasar motor Indonesia terus didominasi skutik. Data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) menunjukkan lebih dari 80% penjualan tahunan adalah matic.
Dengan masuknya Kawasaki, konsumen punya opsi baru. Tapi pertanyaannya: akankah harga dan jaringan layanan purnajual bisa bersaing dengan dua raksasa Jepang lainnya?
Baca Juga : Segini Biaya Servis Skutik Yamaha LEXi LX 155 dan Grand Filano Hybrid
Kita tunggu saja peluncuran resmi di PRJ Kemayoran. Jika benar ini adalah Kawasaki Brusky 125, maka peta persaingan skutik nasional akan berwarna—atau lebih tepatnya berwarna hijau Kawasaki. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
