HARIAN.NEWS,BULUKUMBA – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Bulukumba, Hj. Andi Herfida Muchtar, mengambil langkah progresif dalam mendukung pengembangan PAUD Holistik Integratif serta penurunan angka stunting.
Bimbingan teknis (Bimtek) yang diinisiasinya, yang digelar di Gedung PKK Kabupaten Bulukumba pada Senin, 25 September 2023, merupakan salah satu langkah awal yang ambisius.
Baca Juga : Program MBG 2026: Daerah 3T Dapat Jatah Makan 6 Hari, Ini Alasannya
Ketua panitia Bimtek, Haidir, mengungkapkan bahwa peserta Bimtek ini adalah para guru-guru dari berbagai satuan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Bulukumba.
“Pesertanya adalah perwakilan dari masing-masing PAUD/TK, dengan total peserta mencapai lebih dari 300 orang. Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari, dengan peserta sebanyak 180 orang pada hari pertama,” ungkapnya.
Haidir menjelaskan bahwa tujuan dari Bimtek ini adalah memberikan pelayanan terbaik di satuan pendidikan anak usia dini, termasuk upaya penurunan angka stunting. Saat ini, penurunan angka stunting menjadi fokus utama pemerintah.
Baca Juga : Pemerintah Sesuaikan Jadwal Makan Bergizi Gratis Jadi 5 Hari Seminggu
Erma juga mencatat bahwa saat ini mereka menerapkan kurikulum merdeka, di mana proses pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap anak. Anak-anak diberikan kebebasan untuk memilih kegiatan yang sesuai dengan minat mereka.
Bunda PAUD Bulukumba, Hj. Andi Herfida Muchtar, menjelaskan bahwa pengembangan PAUD Holistik-Integratif merupakan proses yang menggabungkan asa, asi, dan asuh untuk mengoptimalkan perkembangan anak secara terpadu.
Ia menekankan bahwa PAUD adalah pondasi awal bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, dan konsep belajar melalui bermain sangat penting.
Baca Juga : Prabowo Tegaskan Lanjutkan Makan Bergizi Gratis: Dana dari Efisiensi!
Herfida mengungkapkan kebanggaannya atas progres positif Bulukumba dalam penurunan angka stunting. Namun, ia juga menekankan bahwa hasil ini belum cukup, dan pemerintah memiliki target lebih rendah, yaitu turun menjadi 5 persen.
Bunda PAUD Bulukumba berharap agar kabupaten ini dapat menjadi yang terkemuka dalam penurunan prevalensi stunting di Sulawesi Selatan. Ia mendorong kerja sama semua pihak, komitmen, dan konsistensi dalam upaya bersama untuk menyelamatkan anak-anak yang terdampak stunting. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

