Logo Harian.news

Buntut Perang India-Pakistan, Penerbangan Haji dari Kashmir Dibatalkan

Editor : Rasdianah Minggu, 11 Mei 2025 09:33
Pasukan tentara memeriksa bangunan yang rusak akibat dugaan serangan rudal India di dekat Muzaffarabad, ibu kota Kashmir yang dikuasai Pakistan, Rabu (7/5/2025). Foto:  ist/dok AP
Pasukan tentara memeriksa bangunan yang rusak akibat dugaan serangan rudal India di dekat Muzaffarabad, ibu kota Kashmir yang dikuasai Pakistan, Rabu (7/5/2025). Foto: ist/dok AP
APERSI

HARIAN.NEWS – Komite Haji Jammu dan Kashmir mengumumkan pembatalan seluruh jadwal penerbangan Haji dari wilayah Kashmir India hingga 14 Mei 2025. Pembatalan haji musim 2025 ini terjadi imbas ketegangan yang meningkat antara India dan Pakistan.

“Jemaah diminta untuk tetap sabar dan menunggu instruksi berikutnya,” kata pengumuman resmi, dikutip dari Al Jazeera melalui kumparan, Minggu (11/5/2025).

Baca Juga : Jokowi Hadir di Acara Bloomberg Economy Forum di India

Otoritas mengatakan, setiap pengaturan alternatif atau jadwal yang direvisi akan dikomunikasikan kepada jemaah.

Ibadah haji tahunan akan digelar di Arab Saudi pada awal bulan depan.

Sementara itu, India dan Pakistan dilaporkan masih saling serang. Terdengar dua ledakan keras di Srinagar, Kashmir India, dan membuat penduduk setempat panik.

Baca Juga : Dubes India untuk Indonesia Dukung Obsesi Kepala BPOM RI Taruna Ikrar Wujudkan Obat Murah bagi Negeri

Ledakan itu terdengar ketika toko-toko dan bisnis sedang buka. Meski demikian, belum ada penjelasan resmi terkait ledakan itu.

“Banyak orang mengatakan tidak pernah melihat ledakan sebesar itu selama hidupnya. Ledakan pada Sabtu ini lebih besar dan lebih intens dari pada ledakan pada Jumat (9/5),” kata jurnalis Al Jazeera yang melaporkan di lokasi.

Dia mengatakan, penduduk yang tinggal dekat pangkalan militer di kota itu sangat khawatir karena yakin akan terkena dampak konflik kedua negara.

Baca Juga : Rugikan Banyak Travel, Apa Penyebab Visa Haji Furoda tak Keluar?

“Mereka takut tidak punya fasilitas keamanan seperti bunker jika ada serangan lagi. Apa yang kami lihat di lapangan sangat tidak biasa,” katanya.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda