HARIAN.NEWS, GOWA — Kabar gembira bagi pengguna jalan di Sulawesi Selatan. Kemacetan kronis di Kecamatan Pallangga bakal segera teratasi. Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, turun langsung meninjau lokasi yang akan menjadi sasaran project perbaikan jalan pada 2026 ini, yakni Jalan Dirgantara dan Jalan Benteng Somba Opu, Senin (4/5/2026).
Langkah blusukan ini bukan sekadar seremonial. Kehadiran bupati perempuan pertama di Gowa tersebut bersama tim teknis Dinas PUPR bertujuan memastikan bahwa intervensi pembangunan benar-benar menyentuh akar permasalahan yang dirasakan warga.
Baca Juga : Bupati Gowa Keluar dari Sidang Hak Angket Setelah Permintaan Ditolak Pansus
Dua ruas jalan yang disasar—Jalan Dirgantara di Kelurahan Mangalli dan Jalan Benteng Somba Opu di Desa Jenetallasa—memiliki peran strategis. Jika diperbaiki maksimal, kedua ruas ini akan bertransformasi menjadi jalur alternatif andalan bagi kendaraan yang ingin menghindari kepadatan di jalan nasional.
“Melihat kondisi lapangan secara langsung sangat penting agar intervensi tepat sasaran. Ke depannya, jalan ini akan jadi jalur alternatif yang memangkas jarak tempuh dari arah Tetebatu menuju Sungguminasa. Warga pasti lebih hemat waktu dan efisien,” tegas Sitti Husniah.
Tidak main-main, Pemkab Gowa membenamkan spesifikasi tinggi untuk proyek ini. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Gowa, Subchan Ishak, membeberkan bahwa pengaspalan akan menggunakan material AC-WC yang terbukti tangguh.
Baca Juga : Bupati Husniah: LP2B Jadi Fondasi Investasi dan Ketahanan Pangan
Tak hanya itu, untuk mencegah longsor dan erosi, pihaknya akan membangun bahu jalan beton selebar 50 sentimeter di kedua sisi badan jalan. “Ini untuk menunjang mobilitas warga dalam jangka panjang,” jelas Subchan.
Respons positif langsung mengemuka dari masyarakat. Erna, warga Dusun Bontorita, mengaku sangat lega. Menurutnya, kondisi jalan yang rusak parah, apalagi saat hujan, kerap memicu kecelakaan lantaran permukaan sangat licin.
Di akhir kunjungan, Sitti Husniah tidak lupa menitipkan pesan krusial mengenai tanggung jawab kolektif. Ia mengingatkan warga agar tidak membuang sampah sembarangan dan mencegah genangan air. Pasalnya, genangan air disebutnya sebagai “musuh utama” yang bisa menghancurkan kualitas aspal dalam waktu singkat.
Baca Juga : Pemkab Gowa Beri Lampu Hijau, DPD Wahdah Islamiyah Siap ke Muktamar V Jakarta
“Dibangun bagus harus dijaga bersama. Jangan biarkan air menggenang, itu yang merusak aspal paling cepat,” imbaunya. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
