Logo Harian.news

Cegah Keracunan MBG Mulai dari Sterilnya Omprengan

Editor : Redaksi Kamis, 16 Oktober 2025 14:24
Cegah Keracunan MBG Mulai dari Sterilnya Omprengan

HARIAN.NEWS, JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir sebagai wujud kepedulian negara untuk memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan asupan makanan yang sehat dan aman.

Namun, di balik semangat mulia tersebut, ada satu elemen kecil yang sering luput dari perhatian wadah makanan atau omprengan.

Banyak kasus keracunan pangan bukan hanya berasal dari bahan makanan yang tidak segar, tetapi justru dari peralatan makan yang tidak higienis.

Baca Juga : Dari Pangan Sehat Sukseskan Program MBG ke Obat Herbal: Pertemuan Taruna Ikrar dan Amran Sulaiman Perkuat Kemandirian Nasional

Omprengan yang tidak dicuci dengan benar, masih menyisakan minyak tengik, sabun yang tidak dibilas sempurna, atau dibiarkan lembap dalam keadaan tertutup, bisa menjadi sarang bakteri berbahaya.

“Wadah bersih mencegah kontaminasi silang antara makanan matang dengan bakteri sisa makanan sebelumnya,” ucap Staf khusus Kepala BPOM Bidang Kebijakan Pengawasan Sediaan Farmasi dan
Pangan Olahan, Nor Andi Arina Wati Arsyad, Kamis (16/10/2025).

Air bilasan terakhir harus bersih, bukan dari air genangan.Omprengan harus dikeringkan, jangan langsung ditutup saat masih basah. Gunakan sabun food grade, bukan deterjen keras yang meninggalkan residu kimia

Baca Juga : Taruna Ikrar Kepala BPOM Dorong UMKM Kosmetik Bersaing Global, Potensi Ekonomi hingga Rp 158 Triliun per Tahun

Jika wadah makan tidak steril, maka makanan bergizi bisa berubah menjadi sumber penyakit. Padahal, sterilisasi sederhana dapat menyelamatkan satu generasi dari ancaman keracunan pangan.

Peran Keluarga dan Sekolah Sangat Penting. MBG bukan hanya tentang membagikan makanan, tetapi juga tentang membangun budaya aman pangan sejak dini.

Guru, orang tua, hingga petugas dapur perlu memahami bahwa wadah bersih adalah bagian dari sistem keamanan pangan nasional. Ingat, Makanan sehat harus disajikan dalam wadah yang sehat pula.

Baca Juga : Indonesia–Singapura Perkuat Kolaborasi Pengawasan Obat dan Makanan, BPOM RI Terima Apresiasi WHO Listed Authority dan HUT ke-25

Melalui edukasi, sertifikasi sarana, hingga pengawasan langsung, BPOM berkomitmen memastikan setiap proses MBG termasuk kebersihan omprengan memenuhi standar keamanan pangan nasional dan internasional.

Sterilkan omprengannya, lindungi anak-anak kita dari keracunan pangan. MBG bukan sekadar makan gratis ini adalah investasi kesehatan bangsa.

Omprengan yang tidak dibersihkan dengan benar atau ditutup dalam keadaan lembap dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur. Meski terlihat bersih, sisa minyak, busa sabun, atau air bisa menyimpan mikroorganisme berbahaya.

Baca Juga : Taruna Ikrar: BPOM dan Baharwathan Kemhan Perkuat Sinergi Kemandirian Farmasi, Dukung Ketahanan Nasional

Bakteri seperti E. coli dapat menyebabkan diare berat dan kram perut, yang berujung pada dehidrasi hingga penurunan kesadaran.

Salmonella bisa menyebabkan demam tinggi, muntah, dan gangguan pencernaan berkepanjangan, membuat anak lemas dan tidak mampu menyerap gizi dari makanan.Staphylococcus aureus memproduksi racun yang bekerja cepat anak bisa mengalami mual hebat dan muntah hanya 1–2 jam setelah makan

Jamur dan spora dari wadah lembap dapat memicu alergi, infeksi usus, hingga gangguan pernapasan, terutama bagi anak dengan imun tubuh yang belum kuat

Keracunan pangan akibat omprengan tidak steril bukan sekadar sakit perut biasa. Dampaknya dapat mengganggu konsentrasi belajar, menurunkan kondisi gizi, menyebabkan rawat inap, bahkan mengancam keselamatan jiwa jika tidak ditangani dengan cepat.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda