Logo Harian.news

Deretan Kekhawatiran Butet jika Prabowo Pimpin RI: Soeharto Dijadikan Pahlawan hingga Sakit-sakitan

Editor : Rasdianah Sabtu, 17 Februari 2024 19:34
Budayawan Butet Kartaredjasa. Foto: ist
Budayawan Butet Kartaredjasa. Foto: ist
APERSI

HARIAN.NEWS, YOGYAKARTA- Budayawan Butet Kartaredjasa bicara soal sejumlah kekhawatiran dirinya apabila Capres 02 Prabowo Subianto resmi ditetapkan sebagai presiden RI.

Salah satunya, sebut Butet, Prabowo akan menjadikan Presiden ke-2 RI Soeharto sebagai pahlawan nasional.

Baca Juga : Aklamasi! Menlu Sugiono Jadi Ketum IPSI 2026-2030 Gantikan Prabowo

“Pasti pertama-tama itu yang dilakukan, pasti menjadikan Soeharto sebagai pahlawan nasional. Pertanyaan saya kepada aktivis 98, apakah rela orang yang naik takhtanya 32 tahun membantai jutaan nyawa, mempraktikkan KKN seperti itu, menjadi pahlawan nasional?” kata Butet usai menemui Capres 03 Ganjar Pranowo di Bantul, Yogyakarta, dikutip dari kumparan, Sabtu (17/2/2024).

Selain itu, Butet meragukan berbagai program yang dijanjikan Prabowo akan direalisasikan dengan baik. Ia pun menyinggung berbagai persoalan HAM dan dugaan korupsi jet tempur Mirage yang masih menyeret nama Prabowo.

“Prabowo sendiri sampai hari ini sudah dipecat sebagai tentara sebagai penculik ada jejak digitalnya, ada faktanya, terakhir soal pesawat Mirage korupsi KPK masih memproses. Lalu dia menyatakan ke mana-mana ingin berkuasa karena beberapa kali sulit mengakses perbankan,” ujar Butet.

Baca Juga : Pemerintah Sesuaikan Jadwal Makan Bergizi Gratis Jadi 5 Hari Seminggu

“Motifnya ingin kaya, ingin menguasai aset ekonomi, lalu menjanjikan makan gratis minum susu setiap siang. Anda bisa membayangkan itu kekonyolannya berapa duitnya, mekanismenya. Apakah bukan itu nanti akan menjadi sarang korupsi? Apakah kita rela dipimpin dengan kepemimpinan model begitu?” lanjut dia.

Terakhir, Butet mengaku khawatir dengan kesehatan Prabowo yang berpotensi mengganggu jalannya pemerintahan.

“Andaikan Pak Prabowo yang hari ini sakit-sakitan, berhalangan tetap, lalu wakilnya itu menjadi Presiden Indonesia, pertanyaan saya, apakah kita semua, apakah mau dipimpin seorang presiden yang merupakan anak haram konstitusi itu? Apa rakyat tidak marah? Kita tunggu saja, kita tunggu,” pungkas dia.

Baca Juga : Perkuat Poros Asia Timur, Presiden Prabowo Kunjungi Jepang dan Korea Selatan

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda