HARIAN.NEWS, SINJAI – Video Wakil Bupati Sinjai, Andi Mahyanto Mazda, yang mengkritik kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat viral di media sosial dan memicu beragam tanggapan publik.
Dalam pernyataannya, Andi Mahyanto menyoroti kebijakan efisiensi yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai, kebijakan tersebut berpotensi memberikan tekanan besar bagi pemerintah daerah, khususnya Kabupaten Sinjai, dalam menjalankan program pembangunan dan pelayanan publik.
Baca Juga : Efisiensi Anggaran: Hemat atau Mengurangi Hak Pelayanan Masyarakat?
Dalam video yang beredar, ia bahkan menyebut kebijakan efisiensi anggaran berpotensi “mencekik” ruang gerak daerah.
“Efisiensi ini jangan sampai justru menjadi beban bagi daerah. Kita di daerah butuh ruang untuk bergerak dan berkembang,” ujarnya dalam rekaman tersebut.
Menanggapi polemik tersebut, seorang politisi muda di Kabupaten Sinjai, Ahmad, turut memberikan pandangan.
Baca Juga : Pemerintah Sinjai Gandeng PT Semen Tonasa Kelola Sampah
Ia menilai efisiensi anggaran seharusnya tidak dipandang sebagai hambatan, melainkan momentum untuk mendorong kemandirian daerah.
“Mestinya pemerintah tidak menjadikan efisiensi anggaran sebagai masalah. Justru ini jadi tantangan untuk lebih kreatif dalam mengelola aset daerah agar bisa meningkatkan pendapatan,” kata Ahmad, Kamis (30/4/2026).
Menurutnya, sejumlah langkah strategis dapat ditempuh pemerintah daerah, seperti mengoptimalkan aset yang terbengkalai melalui skema sewa, bagi hasil, maupun kerja sama pemanfaatan dengan pihak ketiga.
Baca Juga : Relawan Asal Sinjai Ditangkap Tentara Israel, Pemkab Bungkam Saat Warga Menanti Sikap
Selain itu, ia juga mendorong peningkatan profesionalisme dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar lebih produktif dan tidak menjadi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
