Pasalnya, meskipun token tidak akan langsung hangus setelah program diskon berakhir, pelanggan tetap harus memperhatikan aturan penggunaannya agar tidak merugi.
“Jika terlalu lama disimpan, ada kemungkinan pelanggan lupa atau kehilangan nomor token. Untuk itu, kami menyarankan agar segera dimasukkan ke meteran,” tambah Gregorius.
Baca Juga : YBM PLN Salurkan Bantuan Listrik hingga Pendidikan di Sulselrabar
Melalui akun Instagram resmi PLN Mobile (@plnmobile), perusahaan listrik negara ini juga telah mengonfirmasi bahwa sisa token dari periode diskon tetap bisa digunakan.
Informasi ini diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi pelanggan yang masih memiliki stok token listrik dari periode sebelumnya.
Tarif Reguler Kembali Berlaku
Baca Juga : PLN Bangun Dua Sumur Bor untuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih di Sekolah Soppeng
Dengan berakhirnya program diskon, mulai Maret 2025, pelanggan listrik akan kembali dikenakan tarif normal sesuai ketentuan yang berlaku. PLN pun mengimbau masyarakat untuk lebih cermat dalam mengatur konsumsi listrik guna menghindari lonjakan biaya.
Program diskon listrik ini telah membantu meringankan beban masyarakat dalam dua bulan terakhir.
Kini, dengan kembali ke tarif reguler, pelanggan diharapkan dapat lebih bijak dalam mengelola penggunaan listrik dan memastikan bahwa setiap token yang dibeli digunakan dengan optimal.
Baca Juga : RAPPO Living PLN Sulselrabar Raih Gold, Olah 10,2 Ton Sampah Plastik Jadi Furnitur
Melalui berbagai kanal komunikasi, PLN terus memberikan informasi seputar kebijakan kelistrikan agar pelanggan dapat lebih memahami aturan yang berlaku.
Dengan demikian, pelanggan dapat menghindari potensi kerugian dan tetap memanfaatkan listrik dengan efisien. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
