Dampak dari el Nino ini sendiri bias menyebabkan kekeringan etimologis dimana sumber air seperti sungai dan waduk mengalami penyusutan debit air, selain itu terjadi kekurangan air bersih , kebakaran hutan/lahan akibat suhu yang meningkat drastic serta penurunan kualitas udara.
Meskipun BMKG Menyatakan bahwa kemungkinan El Nino kali ini dalam ketegori lemah kita harus tetap mempersiapkan diri dengan baik.Jika berpacu pada Theory of Planned Behavior (Teori Perilaku Terencana) oleh icek Isen yakni Teori ini menyatakan bahwa tindakan seseorang didasari oleh niatnya.
Niat tersebut dibentuk oleh tiga faktor yang bisa diintervensi oleh pembuat kebijakan diantaranya, Sikap, yakni bagaimana perilaku kita menghadapi masalah yang akan dating dengan tahap pencegahan yakni seperti menghemat air, atau mulai menanam pohon/tanaman yang mampu membuat kualitas udara lebih baik.
Baca Juga : Pesta Babi, Ruang Sipil, dan Cara Baru Kekuasaan Membentuk Kesadaran
Lalu norma Subjektif: Dorongan dari lingkungan sekitar (tetangga, tokoh masyarakat) untuk ikut memitigasi dampak El Nino. Saling mengingkatkan dan melakukan sosialisi oleh pemerintah setempat terkait bahaya El Nino dan apa yang perlu dipersiapkan untuk mrngahadapinya.
Dimana Laporan dari Food and Agriculture Organization (FAO) pada tahun 2024 dengan menerapkan teori tersebut mampu membuat petani “sadar bencana”sehingga membuktikan bahwa niat petani untuk menghemat air melonjak drastis ketika pemerintah menurunkan tingkat kesulitan tindakan. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
