HARIAN.NEWS,GOWA – Mengambang, begitu ungkapan Forum Peduli Pembangunan Daerah ( FPPD) Sulawesi Selatan terkait penanganan kasus pada program di dinas Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan ( PERKINTAM ) Gowa yang diperiksa pihak Kejaksaan Negeri Gowa.
Muhammad Nauval Dzakwan, Direktur eksekutif FP2D Sulsel menyatakan publik sudah mencium adanya dugaan manipulasi pembayaran pada empat titik yang dikelola Dinas PERKINTAM Gowa.
” Ada tiga poin dari empat poin kasus dugaan Mark Up di PERKINTAM yang disorot publik yakni pembayaran pada pembebasan lahan kantor Camat Manuju, pembebasan lahan TPA di Kecamatan Bajeng, pembebasan lahan alternatif di Pangkebinanga di Kecamatan Pallangga, pihak Kejaksaan Negeri telah memeriksa beberapa orang, hasil pemeriksaan pun baru langkah awal tidak ada penjelasan, semoga Kejaksaan Negeri Gowa masih berjalan di jalan yang benar,” ungkap Nauval,sapaannya siang tadi.
Baca Juga : LSM SOMASI Laporkan Dugaan Korupsi Dana BOS SMKN 2 Gowa
FP2D berharap pihak Kejaksaan Negeri Gowa memberikan sikap yang jelas kepada publik.
“Kalau memang penyidik Kejaksaan tidak menemukan unsur pelanggaran maka umumkan ke publik agar nama baik pejabat di Dinas PERKINTAM tetap terjaga, kalau ada temuan juga sampaikan dengan transparan,” harapnya.
FPPD berharap kasus ini tidak digantung sekaligus menepis pameo yang sering muncul di publik.
Baca Juga : Kejari Gowa Tetapkan 3 Pejabat RSUD Syech Yusuf Tersangka Kasus Korupsi Dana JKN
,” Kita semua wajib menjaga marwah APH, salah satunya adalah kita membantu pihak kejaksaan menepis istilah dijadikan mesin ATM oleh oknum tertentu, caranya adalah hadirnya transparansi kepada publik terkait hasil penanganan mereka,’ kunci Nauval.
Kepala Kejaksaan Negeri Gowa, Bambang Dwi Murcolono belum memberikan pernyataan terkait masalah ini. Namun lewat Andi Dian Bausad, Kepala Seksi Pidana Khusus ( Kasie Pidsus), Kejari Gowa menyatakan pihaknya baru akan melaporkan ke pimpinan.
Seperti diketahui, beberapa pejabat terus di jajaran Kejari Gowa baru saja menjabat, di akhir bulan Januari kemaren sebanyak empat pejabat kepala Seksi di korps Adhyaksa ini baru bertugas di Kabupaten Gowa. ***
Baca Juga : Annar Sampetoding Sidang Perdana Uang Palsu UIN Alauddin
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
