Logo Harian.news

Genjot Hilirisasi, Kementan Perkuat Posisi Sawit sebagai ‘Miracle Crop’ di Pasar Dunia

Editor : Redaksi II Kamis, 26 Februari 2026 20:33
Genjot Hilirisasi, Kementan Perkuat Posisi Sawit sebagai ‘Miracle Crop’ di Pasar Dunia

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan) terus mendorong percepatan hilirisasi kelapa sawit sebagai langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri sekaligus memperkokoh daya saing Indonesia di pasar global.

Komoditas sawit dinilai memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan minyak nabati lainnya. Produktivitasnya yang tinggi, efisiensi penggunaan lahan, serta kontribusinya terhadap devisa menjadikan sawit kerap dijuluki sebagai “miracle crop” andalan perekonomian nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kelapa sawit merupakan salah satu tulang punggung ekonomi Indonesia yang harus dikelola secara optimal dan berkelanjutan.

Baca Juga : Kementan Gencarkan Sidak, Pastikan Pasokan Aman dan Harga Daging, Ayam, serta Telur Stabil Selama Ramadan

“Kelapa sawit adalah kekuatan besar Indonesia. Produktivitasnya tinggi, efisien dalam penggunaan lahan, dan mampu menggerakkan ekonomi rakyat dari desa hingga industri besar. Itulah yang membuat sawit layak disebut miracle crop,” ujar Amran.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan, luas areal kelapa sawit nasional pada 2024 hingga 2025 (angka sementara) mencapai 16,83 juta hektare. Pada 2024, produksi minyak sawit mentah (CPO) tercatat 45,44 juta ton dengan produktivitas rata-rata 3,5 ton per hektare.

Empat provinsi tercatat sebagai kontributor utama produksi nasional, yakni Riau dengan 9,14 juta ton, Kalimantan Tengah 7,46 juta ton, Kalimantan Barat 4,96 juta ton, dan Kalimantan Timur 3,90 juta ton.

Baca Juga : Stabilkan Harga, Kementan Kembali Guyur 1,7 Ton Cabai Rawit Merah ke Pasar Induk Kramat Jati

Memasuki 2025, produksi nasional meningkat menjadi 46,55 juta ton CPO dengan produktivitas rata-rata 3,6 ton per hektare.

Riau tetap menjadi penyumbang terbesar dengan 9,46 juta ton, diikuti Kalimantan Tengah 7,59 juta ton, Kalimantan Barat 4,94 juta ton, serta Kalimantan Timur 4,29 juta ton.

Kenaikan tersebut semakin mengukuhkan Indonesia sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia.

Baca Juga : BI Sulsel Dorong Investasi dan Hilirisasi untuk Perkuat Pertumbuhan Ekonomi

Dari sisi perdagangan, volume ekspor sawit Indonesia pada 2024 mencapai 32,34 juta ton dengan nilai 22,85 miliar dolar AS. Pada 2025, ekspor meningkat menjadi 36,37 juta ton senilai 28,50 miliar dolar AS.

Tren positif ini menunjukkan peran strategis sawit dalam memperkuat neraca perdagangan dan menopang devisa negara.

Amran menekankan, kebijakan Kementan kini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi di sektor hulu, tetapi juga mempercepat hilirisasi agar nilai tambah dapat dinikmati di dalam negeri.

Baca Juga : Sidak Ramadan, Mentan Tegas: Tak Ada Alasan Minyak Goreng Naik

Pengembangan produk turunan sawit, mulai dari pangan olahan, oleokimia, hingga bioenergi seperti biodiesel, menjadi kunci untuk memperluas lapangan kerja sekaligus memperkuat ketahanan energi.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Abdul Roni Angkat menambahkan, sawit memiliki produktivitas minyak per hektare yang jauh lebih tinggi dibandingkan komoditas minyak nabati lain.

Efisiensi tersebut dinilai mampu memenuhi kebutuhan global tanpa mendorong pembukaan lahan berlebihan, sepanjang tetap mematuhi regulasi dan prinsip keberlanjutan.

“Hilirisasi menjadi strategi penting agar sawit tidak hanya diekspor sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi. Dengan demikian, manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas oleh pekebun, pelaku usaha, dan masyarakat,” jelas Roni.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan sertifikasi dan praktik budidaya berkelanjutan, termasuk percepatan program peremajaan sawit rakyat guna menjaga produktivitas kebun.

Langkah ini dinilai krusial untuk meningkatkan daya saing sekaligus menjawab tantangan isu lingkungan di pasar global.

Dengan strategi hilirisasi terintegrasi dari hulu hingga hilir, Kementan optimistis kelapa sawit akan semakin kokoh sebagai komoditas strategis nasional serta motor penggerak industrialisasi berbasis perkebunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda