HARIAN.NEWS, MAKASSAR – PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD), bagian dari ekosistem LippoLand, menggeser pendekatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) ke arah yang lebih terintegrasi dengan pembangunan ekosistem lokal dan penciptaan dampak sosial berkelanjutan.
Melalui program “Jumat Berbagi”, perusahaan tidak lagi sekadar menyalurkan bantuan, tetapi membangun siklus ekonomi yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Tanjung Bunga Kota Makassar.
Dalam implementasi terbarunya, GMTD menyalurkan ratusan paket makanan kepada kelompok masyarakat prasejahtera seperti pekerja harian, pengemudi bentor, dan warga sekitar.
Baca Juga : Idul Adha di Tengah Kondisi Global yang Penuh Ketidakpastian
Yang membedakan, seluruh paket tersebut diproduksi oleh UMKM lokal. Skema ini menciptakan efek berganda: di satu sisi memenuhi kebutuhan dasar masyarakat rentan, di sisi lain menjaga roda produksi dan pendapatan pelaku usaha kecil tetap bergerak.
Chief Operating Officer GMTD, Jemmy Andreas Persang, pendekatan ini memperlihatkan bagaimana intervensi sosial dapat dirancang sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kawasan.
”Program jumat berbagi tidak berdiri sendiri sebagai aktivitas filantropi, melainkan menjadi penghubung antara perusahaan, komunitas, dan pelaku usaha lokal dalam satu rantai nilai yang saling menguatkan,” jelasnya, Jumat (10/04/2026).
Baca Juga : Jelang Idul Adha, GMTD Bagikan Hewan Kurban untuk Warga Tanjung Bunga
Keterlibatan langsung manajemen dan karyawan GMTD di lapangan juga memperkuat dimensi sosial dari program ini.
Interaksi tersebut tidak hanya memastikan distribusi bantuan tepat sasaran, tetapi juga membangun kepercayaan dan hubungan jangka panjang antara perusahaan dan masyarakat sebagai bagian dari ekosistem kawasan.
Menurut Jemmy, arah CSR perusahaan kini berfokus pada penciptaan dampak ganda. Program sosial dirancang agar mampu menghasilkan nilai ekonomi sekaligus memperkuat kohesi sosial.
Baca Juga : Peringati Hari Hipertensi Sedunia, GMTD Gelar Donor Darah
“Dalam kerangka ini, masyarakat tidak lagi diposisikan sebagai penerima manfaat semata, melainkan sebagai mitra strategis dalam pertumbuhan kawasan,” bebernya.
Pandangan tersebut menegaskan bahwa keberlanjutan kawasan Tanjung Bunga sangat bergantung pada kesejahteraan komunitas di sekitarnya.
Dengan mengintegrasikan UMKM dalam setiap intervensi sosial, GMTD berupaya menciptakan fondasi ekonomi lokal yang lebih tangguh dan inklusif.
Baca Juga : GMTD Gelar Aksi Bersih Pantai Akkarena, 306 Kilogram Sampah Berhasil Dikumpulkan
Sebagai bagian dari agenda rutin, “Jumat Berbagi” menjadi instrumen untuk menjaga kesinambungan dampak tersebut.
GMTD juga menekankan pentingnya pengukuran dampak agar setiap program CSR tidak hanya berjalan konsisten, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan ekosistem sosial-ekonomi.
Ke depan, perusahaan berencana memperluas cakupan program ke sektor pendidikan, kesehatan, dan lingkungan.
“Langkah ini sejalan dengan kerangka strategis “Lippo Untuk Indonesia PASTI” (Pintar, Asri, Sejahtera, Tangguh, Independen), yang menempatkan pembangunan masyarakat inklusif dan berdaya saing sebagai bagian integral dari pengembangan kawasan,” pungkas Jemmy.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
