Logo Harian.news

Oleh: Pemred Harian.News, IGA Kumarimurti Diwia

Harmoni Ikigai untuk Hidup Bahagia

Editor : Redaksi II Sabtu, 09 November 2024 23:48
Pemred harian.news, IGA Kumarimurti Diwia. Foto: dok
Pemred harian.news, IGA Kumarimurti Diwia. Foto: dok

HARIAN.NEWSIkigai berasal dari bahasa Jepang yang menjelaskan kesenangan dan makna kehidupan. Secara harfiah, iki adalah kehidupan dan gai berarti nilai. Ikigai kadang diekspresikan sebagai ‘‘alasan bangun di pagi hari “. Sebuah bentuk motivasi diri berkelanjutan untuk menjalani hidup, memberikan gairah hidup dan semangat dalam menyambut hari baru.

Ikigai relevan untuk menyiasati keadaan dan situasi  pilkada serentak yang terkesan crowded oleh hiruk pikuk politik dan kegamangan memilih sosok pemimpin. Setiap wakil kelompoknya mengekpresikan program yang dianggap paling tepat. Rakyat jenuh dengan keberisikan dan kebisingan di jalan oleh arak-arakan yang membuat macet.

Ditambah dengan suasana kerja dalam ruangan juga menuntut konsentrasi tinggi.

Dalam bincang-bincang, ikigai secara spesifik adalah sebuah bentuk etos bagi kesehatan dan umur panjang. Ada lima tempat yang mewakili untuk dijadikan tolok ukur sebuah capaian tsb dan dikenal dengan istilah Zona Biru. Wilayah ini memiliki budaya dan tradisi yang menyumbang pada usia panjang. Okinawa (Jepang) ; Loma Linda Kalifornia (Amerika Serikat); Sardinia (Italia); Semenanjung Nicoya di Kosta Rika, dan Ikaria di Yunani.

Pada dasarnya kalimat-kalimat ajakan agar  kehidupan senada dengan Ikigai bisa kita jumpai dalam keseharian yang padanannya adalah bersyukur. Bersyukur itu adalah ungkapan dan rasa terima kasih dan pengakuan atas segala nikmat  yang telah diberikan tuhan. Dalam agama islam, syukur sangat ditekankan sebagai bentuk ibadah karena merupakan kunci kebahagiaan dan kesuksesan.

Bersyukur, menghargai yang dimiliki, memanfaatkan yang dimiliki dengan baik, tidak mengeluh dan terus berusaha, menjalin hubungan baik dengan orang lain, sehingga bisa membangun sifat yang positif dan optimis dalam keseharian. Tidak jauh berbeda dengan yang termaktub dalam ikigai, terus aktif, mengalun, pelan namun pasti, jangan penuhi perutmu, berteman dengan orang baik, sehat, tersenyum, kembali ke alam, hiduplah pada saat ini. Tidak masalah dengan masing-masing pilihan, ikigai yang sedang tren, baik, bersyukur juga ibadah, selama menentramkan dan menyenangkan, tidak mengganggu pihak lain.

 

Penulis: IGA K

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

Tag : Ikigai
KomentarAnda