Namun, meski kebutuhan digital meningkat, banyak pengguna masih mengeluhkan kendala koneksi. Dua tantangan utama yang paling banyak dihadapi adalah kualitas sinyal yang buruk dan kecepatan internet yang melambat, terutama pada jam-jam sibuk menjelang berbuka puasa.
Survei yang dilakukan terhadap 1.029 responden ini juga mengungkapkan empat jenis konten yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Muslim selama Ramadan, yaitu:
Baca Juga : Unismuh Makassar Apresiasi Pemenang Lomba Video Ramadan, Ini Daftar Juara
– Informasi jadwal ibadah dan waktu salat
– Konten hiburan seperti film dan video pendek
– Resep makanan dan ide menu berbuka serta sahur
Baca Juga : Meta dan Google Melanggar PP Tunas, Menkomdigi Kirim Surat Panggilan
– Program kuliner dan rekomendasi tempat makan
Mayoritas responden (42%) mengakses konten-konten ini sebelum waktu berbuka puasa, yang menunjukkan tren penggunaan media sebagai sarana ngabuburit.
Layanan Pengiriman Ikut Naik, Makanan Jadi Primadona
Baca Juga : PP Tunas 2026 Berlaku, Orang Tua Wajib Tahu Aturan Baru Medsos Anak
Selain hiburan digital, tren konsumsi selama Ramadan juga berdampak pada peningkatan penggunaan layanan pengiriman.
Survei Populix mencatat bahwa tiga dari empat umat Muslim menggunakan layanan pengiriman lebih sering dibandingkan bulan-bulan lain, terutama untuk membeli makanan dan minuman.
Sekitar 42% responden mengaku menggunakan layanan ini dua hingga tiga kali seminggu, baik untuk kebutuhan sahur maupun berbuka puasa.
Baca Juga : Sepuluh Malam Terakhir Ramadan, FK UMI Gelar Iātikaf Bersama di Masjid Menara UMI
Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin mengutamakan kenyamanan dalam menyiapkan makanan selama Ramadan.
Dengan meningkatnya konsumsi di berbagai sektor, mulai dari hiburan digital hingga layanan pengiriman, Ramadan bukan hanya bulan penuh berkah, tetapi juga momen puncak bagi industri digital dan ekonomi berbasis layanan di Indonesia. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

