Logo Harian.news

Hotel Panen Reservasi! Ini 12 Platform Booking Paling Laris di 2024

Editor : Redaksi II Senin, 03 Februari 2025 19:06
Ilustrasi. Hotel Dalton Makassar.
Ilustrasi. Hotel Dalton Makassar.
APERSI

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Laporan terbaru dari SiteMinder, platform distribusi dan pendapatan hotel terkemuka di dunia, mengungkapkan bahwa tarif kamar hotel di Indonesia mengalami kenaikan signifikan sepanjang tahun 2024.

Kenaikan ini melampaui tarif tahun sebelumnya di setiap bulan dan mencatat peningkatan sebesar 8% secara keseluruhan.

Baca Juga : PHI Ekspansi ke Kaltim, Resmikan Hotel Claro Pandurata Samarinda

Temuan dari SiteMinder’s Hotel Booking Trends, yang berdasarkan lebih dari 125 juta pemesanan hotel, menunjukkan bahwa tarif rata-rata mencapai puncaknya pada bulan Agustus dengan harga tertinggi mencapai IDR 2.673.874. Bulan tersebut menjadi periode paling sibuk bagi hotel-hotel di Indonesia.

Hal yang menarik dalam tren pemesanan di Indonesia adalah hari Senin menjadi malam dengan tarif kamar hotel paling mahal dalam seminggu, dengan rata-rata IDR 2.318.560.

Tren ini berbeda dengan pasar global, di mana Jumat biasanya menjadi malam dengan tarif tertinggi. Sementara itu, hari Sabtu di Indonesia justru memiliki tarif rata-rata terendah, yaitu IDR 2.097.091.

Baca Juga : Rayakan Pergantian Tahun Baru 2026 di Royal Bay Bertajuk “Langit Timur Indonesia”

Dengan perbedaan harga sebesar IDR 221.469 antara malam termahal dan termurah, selisih harga di Indonesia masih lebih kecil dibandingkan rata-rata global yang mencapai Rp 489.423.

Laporan SiteMinder juga mengungkapkan bahwa tingkat pembatalan pemesanan hotel di Indonesia pada 2024 adalah yang terendah di dunia, hanya sebesar 12%.

Angka ini delapan poin lebih rendah dibandingkan rata-rata global, menunjukkan kepercayaan tamu yang lebih tinggi terhadap reservasi hotel di Indonesia.

Baca Juga : PHF 2025: Nikmati Pengalaman Menginap Mewah dengan Segudang Promo Menggiurkan

Selain itu, pemesanan hotel dalam menit-menit terakhir sebelum check-in cenderung lebih mahal. Sebanyak 90% dari pemesanan menit terakhir ini hanya untuk satu atau dua malam.

Indonesia menempati posisi ketiga di Asia dalam tren ini, setelah Malaysia dan Taiwan. Booking window atau jangka waktu pemesanan di Indonesia juga lebih singkat, yaitu 21 hari, lebih pendek 11 hari dibandingkan rata-rata global.

Permintaan dari wisatawan internasional tetap tinggi, dengan 55% tamu hotel berasal dari luar negeri. Hal ini mencerminkan daya tarik kuat Indonesia sebagai destinasi wisata global yang menawarkan keindahan alam, budaya yang kaya, serta pengalaman menginap yang unik.

Baca Juga : Okupansi Hotel Fluktuatif, Efisiensi Anggaran Jadi Pemicu Utama

Menanggapi temuan ini, Rio Ricaro, Country Manager SiteMinder untuk Indonesia, menyatakan bahwa kenaikan tarif rata-rata sepanjang tahun mencerminkan permintaan yang terus meningkat terhadap industri perhotelan di Indonesia.

Dengan tingkat pembatalan yang sangat rendah, pasar hotel Indonesia terus berkembang pesat dan semakin kompetitif. Namun, ia juga menyoroti perlunya strategi penetapan harga yang lebih dinamis guna memaksimalkan pertumbuhan ini.

Dalam hal sumber pemesanan hotel, SiteMinder mengidentifikasi 12 platform utama yang menghasilkan pendapatan terbesar bagi properti di Indonesia pada 2024.

Beberapa di antaranya adalah Booking.com, Expedia Group, Agoda, situs web hotel, Traveloka, Hotelbeds, Trip.com, Tiket.com, Luxury Escapes, MG Bedbank, DidaTravel, dan WebBeds.

Laporan ini juga menyoroti dampak perjalanan internasional yang kuat pada 2024. Expedia Group, misalnya, berhasil mengungguli Agoda untuk pertama kalinya sejak 2019 berkat meningkatnya jumlah kedatangan wisatawan jarak jauh.

Sementara itu, Trip.com naik dua peringkat akibat peningkatan volume perjalanan dari Tiongkok. Situs web hotel juga menunjukkan kinerja yang stabil, menghasilkan rata-rata US$519 per pemesanan secara global, lebih tinggi dibandingkan dengan pemesanan melalui OTA (US$320) dan sistem distribusi global (US$380).

Laporan tahunan SiteMinder’s Hotel Booking Trends menjadi salah satu referensi utama dalam industri perhotelan di 20 destinasi wisata terkemuka di dunia.

Data dalam laporan ini dikumpulkan dari lebih dari 44.500 properti hotel yang menggunakan platform SiteMinder, dengan total lebih dari 125 juta pemesanan yang menghasilkan pendapatan lebih dari US$50 miliar sepanjang tahun 2024.

 

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda