HARIAN.NEWS, JAKARTA – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menghadiri sekaligus menerima penghargaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) dalam kegiatan WLA (Women Leadership Award) Extravaganza, yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun BPOM ke-25, Kamis (29/1/2026).
Kegiatan tersebut digelar di Gedung Bhineka Tunggal Ika BPOM RI, Jakarta, dan berlangsung sejak siang hingga sore hari.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, serta disaksikan oleh seluruh jajaran Pimpinam Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) BPOM dari seluruh Indonesia.
WLA Extravaganza tahun ini mengusung tema “The Power of Influence”, yang menekankan peran strategis kepemimpinan perempuan dalam memengaruhi kebijakan publik, khususnya di bidang pengawasan obat dan makanan, kesehatan masyarakat, serta perlindungan konsumen.
Dalam kesempatan tersebut, Aliyah Mustika Ilham dinilai memiliki kontribusi dan komitmen kuat dalam mendukung program-program pengawasan obat dan makanan di daerah, termasuk penguatan sinergi antara Pemerintah Kota Makassar dengan BPOM dalam memastikan keamanan pangan, obat-obatan, kosmetik, serta produk kesehatan lainnya yang beredar di masyarakat.
Kepala BPOM RI, Prof. Taruna Ikrar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan 25 tahun BPOM menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan kolaborasi lintas sektor, terutama dengan pemerintah daerah.
Aliyah Mustika Ilham bersama penerima penghargaan oleh BPOM RI. || Ist
Menurutnya, keberhasilan pengawasan obat dan makanan tidak dapat berdiri sendiri, melainkan membutuhkan peran aktif kepala daerah dan wakil kepala daerah sebagai pengambil kebijakan di wilayah masing-masing.
“Peran pimpinan daerah sangat penting dalam membangun ekosistem pengawasan yang kuat. Kepemimpinan yang memiliki pengaruh positif akan mempercepat terciptanya masyarakat yang sadar akan pentingnya keamanan obat dan makanan,” ujar Taruna Ikrar.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterima. Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan semata untuk dirinya secara pribadi, melainkan untuk seluruh jajaran Pemerintah Kota Makassar yang terus berupaya mendukung program nasional BPOM.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami di Pemerintah Kota Makassar untuk terus memperkuat sinergi dengan BPOM, terutama dalam perlindungan kesehatan masyarakat, pengawasan pangan, serta edukasi kepada pelaku usaha dan masyarakat,” kata Aliyah.
Ia juga menambahkan bahwa Pemkot Makassar berkomitmen mendukung berbagai program BPOM, mulai dari pengawasan pangan jajanan, UMKM pangan olahan, hingga peningkatan literasi masyarakat terhadap obat dan makanan yang aman, bermutu, dan berkhasiat.
Sebagai informasi, BPOM RI berdiri sejak tahun 2001, dan pada tahun 2026 genap berusia 25 tahun. Selama seperempat abad, BPOM berperan sebagai garda terdepan dalam pengawasan obat dan makanan di Indonesia, dengan jaringan UPTD yang tersebar di seluruh provinsi dan kabupaten/kota.
Rangkaian peringatan HUT ke-25 BPOM diisi dengan berbagai agenda strategis, termasuk seminar nasional, pameran inovasi, penghargaan bagi pemangku kepentingan, serta penguatan peran kepemimpinan perempuan melalui WLA Extravaganza. Kegiatan rangkaian HUT berlangsung hingga 31 Januari sebagai puncak HUT BPOM yang dipimpin oleh Prof. Taruna Ikrar.
Kehadiran Wakil Wali Kota Makassar dalam agenda nasional tersebut sekaligus menegaskan posisi Pemerintah Kota Makassar sebagai salah satu daerah yang aktif mendukung program pengawasan obat dan makanan demi mewujudkan masyarakat yang sehat dan terlindungi.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
