HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Pengembangan kawasan industri tak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus berjalan seiring dengan pembangunan sosial dan spiritual masyarakat.
Komitmen inilah yang ditunjukkan Huabao Indonesia dengan meresmikan tiga masjid di desa-desa lingkar industri, dengan total investasi mencapai Rp11 miliar.
Tiga masjid tersebut yakni Masjid Nurul Hasanah di Desa Tondo, Masjid Nurul Falah di Desa Ambunu, dan Masjid Raudhatul Jannah di Desa Topogaro.
Baca Juga : Melalui CSR, Pegadaian Salurkan Bantuan Renovasi Masjid di Bissoloro Gowa
Seluruhnya diresmikan langsung oleh Bupati Morowali, Iksan Baharuddin Abdul Rauf, pada Rabu (18/3).
Vice Director Huabao Indonesia, Gao Chunhua, menyampaikan bahwa pembangunan masjid ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan program tanggung jawab sosial (CSR), sekaligus mendukung kehidupan sosial dan spiritual masyarakat di sekitar kawasan operasional.
“Keberadaan perusahaan tidak hanya untuk mendorong pertumbuhan industri dan ekonomi, tetapi juga harus selaras dengan pembangunan sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat,” ujarnya, dikutip Minggu (22/03/2026).
Baca Juga : Konsisten Bayar Pajak, BTIIG Raih Penghargaan Gubernur Sulteng
Ia menegaskan, keberhasilan kawasan industri sangat bergantung pada hubungan harmonis antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat.
Oleh karena itu, Huabao berkomitmen untuk terus menghadirkan program berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa lingkar industri.
Gao juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari tokoh agama, pemerintah desa, hingga masyarakat yang telah bergotong royong dalam pembangunan masjid tersebut.
Baca Juga : JK Soroti Akses Ibadah di Masjid Al-Aqsa, Nilai Bertentangan dengan Prinsip Kemanusiaan
Sementara itu, Bupati Morowali, Iksan Baharuddin Abdul Rauf, memberikan apresiasi atas kontribusi Huabao melalui program CSR yang dinilai berdampak langsung bagi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa investasi industri harus memberikan manfaat luas, tidak hanya bagi pemerintah, tetapi juga bagi masyarakat sebagai bagian dari pembangunan bersama.
“Kita melihat perkembangan industri yang pesat, namun tetap harus diimbangi dengan perhatian terhadap aspek sosial. Ini menjadi tanggung jawab bersama seluruh stakeholder,” tegasnya.
Baca Juga : Huabao Indonesia Ajak Warga Desa Ambunu Jaga Lingkungan Lewat Program Cleanup Action
Menurutnya, pembangunan tiga masjid dengan nilai investasi mencapai Rp11 miliar menjadi bukti nyata kolaborasi antara perusahaan dan berbagai pihak.
Kehadiran fasilitas ibadah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan dan kekhusyukan masyarakat dalam menjalankan ibadah.
Peresmian Masjid Nurul Hasanah di Desa Tondo pun menjadi simbol bahwa kemajuan industri di Morowali tidak hanya berorientasi pada ekonomi, tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia dan spiritual.
Kepala Desa Tondo, Iwan Bawi, turut menyampaikan apresiasi atas pembangunan fasilitas tersebut. Ia menyebut kehadiran masjid memberikan manfaat besar bagi masyarakat setempat.
“Kami berterima kasih atas perhatian perusahaan yang telah menghadirkan fasilitas ibadah yang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
