Ibarat menyapu menggunakan sapu kotor. Maksud hati memperjuangkan marwah Kejaksaan namun terkontaminasi oleh kepentingan kelompok dan pribadi.
Sepanjang menerapkan konsistensi, diberi kepercayaan dalam pemberantasan korupsi dari bumi Indonesia, teguh mengedepankan kepentingan bangsa dan negara, psikologis bangsa pasti akan baik-baik saja. Kepercayaan masyarakat akan terbangun.
Baca Juga : Mutasi Kejagung April 2026: Jawa Timur, Sulsel hingga Jabar Berganti Kajati
Pekerjaan rumah bagi Kejaksaan membutuhkan kejernihan, ketulusiklasan dan keberanian.
Harus mampu bertahan “menjaga diri” dari keterlibatan lingkaran suap, disaat bersamaan harus mengungkap serta menyelesaikan kasus korupsi sampai ke akar “no excuse”.
Semoga dengan kepercayaan masyarakat yang mulai tumbuh, Kejaksaan menjadikan diri lembaga yang dapat diandalkan, kredibel dan amanah. ***
Baca Juga : Swasembada untuk Siapa? Ketika Petani Batang Jeneponto Gagal Panen karena Kekeringan
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

