Ibarat menyapu menggunakan sapu kotor. Maksud hati memperjuangkan marwah Kejaksaan namun terkontaminasi oleh kepentingan kelompok dan pribadi.
Sepanjang menerapkan konsistensi, diberi kepercayaan dalam pemberantasan korupsi dari bumi Indonesia, teguh mengedepankan kepentingan bangsa dan negara, psikologis bangsa pasti akan baik-baik saja. Kepercayaan masyarakat akan terbangun.
Baca Juga : Prabowo Ancam Perusahaan yang Terlibat Pembakaran Hutan
Pekerjaan rumah bagi Kejaksaan membutuhkan kejernihan, ketulusiklasan dan keberanian.
Harus mampu bertahan “menjaga diri” dari keterlibatan lingkaran suap, disaat bersamaan harus mengungkap serta menyelesaikan kasus korupsi sampai ke akar “no excuse”.
Semoga dengan kepercayaan masyarakat yang mulai tumbuh, Kejaksaan menjadikan diri lembaga yang dapat diandalkan, kredibel dan amanah. ***
Baca Juga : Husniah vs Panggung Politik: Ketika Seorang Bupati Perempuan Memilih Melawan, Bukan Tunduk
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
