Berdekatan dalam kalender, mereka seolah menyusun perjalanan batin, dari memberi hati kepada sesama, berdamai dengan masa lalu, menyelami diri sendiri, hingga menguatkan hubungan dengan Tuhan dan masyarakat.
Dalam dunia yang sering terpecah oleh perbedaan, kedekatan momen-momen ini menjadi pengingat bahwa nilai-nilai universal selalu menemukan jalannya. Cinta, harapan, keheningan, dan pengendalian diri bukanlah milik satu budaya atau agama saja.
Baca Juga : Demokrasi di Antara Demagogi dan Pedagogi
Ia adalah bahasa bersama yang, jika didengar dengan hati terbuka, mampu
menjembatani sekat-sekat identitas.
Mungkin di situlah makna terdalamnya, ketika berbagai perayaan berdampingan, kita diajak menyadari bahwa kemanusiaan kita pun berdampingan, beragam, tetapi saling melengkapi.
***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
