Logo Harian.news

Kongres LMND ke IX di Makassar Deadlock, 13 Pengurus Wilayah ‘Angkat Kaki’ dari Arena

Editor : Redaksi Jumat, 09 Desember 2022 20:35
Kongres LMND ke IX di Makassar Deadlock, 13 Pengurus Wilayah ‘Angkat Kaki’ dari Arena

MAKASSAR, HARIAN.NEWS – Kongres Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) ke IX yang diselenggarakan di Asrama Haji Sudiang Makassar berlangsung alot.

Kongres yang dihadiri hingga 500 orang ini sejak Kamis 7 Desember sampai hari terakhir 8 Desember 2022 berlangsung panas hingga deadlock.

Endingnya, Jumat (8/12), 13 pengurus eksekutif wilayah ‘walk oout’atau ‘angkat kaki’ dari arena Kongres ditengah pembahasan anggaran dasar hingga proses pemilihan ketua umum.

Demikian diungkapkan ‘rombongan’ saat menggelar jumpa pers di Kedai Kopi Mega Zone di Topaz, Boulevard Makassar. Dihadapan awak media, 13 perwakilan eksekutif wilayah menyatakan tidak sejalan dengan pelaksanaan Kongres yang tidak sesuai semangat organisasi.

Hingga mereka menamai kelompok ini Komite Penyelemat Ideologi Politik dan Organisasi LMND yang diketuai Samsudin Saman.

Kelompok ini menyayangkan kepemimpinan Ketua Umum LMND yakni Muh Asrul dan Adina sebagai Sekjend. Dimasa kepemimpianannya ini selama 3 tahun, kata Samsudin telah gagal.

“Roh perjuangan sebagaimana tujuan awal LMND didirikan telah dipadamkan dan dikhianati oleh mereka (Muh Asrul dan Adina),” kata Samsudin.

Dalam pernyataan yang dibacakan, LMND sebagai organisasi gerakan yang memiliki kesadaran politik yang maju namun telah dimundurkan gerakannya karena pragmatis dan subjektifitas.

“Membawa LMND kepentingan pribadi, sehingga kami menilai dan mengevaluasi bahwa persoalan prinsip telah dilanggar,” ungkapnya.

Lanjutnya, Muh Hasrul bergerak terlalu jauh meninggalkan rakyat disatu sisi, dan juga telah berjalan terbelakang dimana rakyat sudah bergerak maju.

“Apa yang disebut ‘kesalahan kiri dan kanan’ dengan sengaja dilakukan LMND dibawah kepemimpinan Asrul,” paparnya.

Bahkan dalam Kongres, kata dia diduga telah dikondisikan sehingga ruang dialegtika peserta dibungkam.

“Secara fisik dalam bentuk tekanan, tetapi secara psikologi ada, misalkan ada yang menyampaikan pendapat didalam kongres selalu mendapat tekanan dari pihak penyelenggara Kongres,” ungkap Wakil Ketua Umum.

“Ketika rekan-rekan peserta kongres hendak keluar meninggal forum kongres, Tiba-tiba pihak panitia sengaja mengunci pintu. Sehingga peserta kongres tidak dapat keluar, hal itu tentunya menekan fiskologi rekan-rekan peserta kongres,” kata Samsudin Saman.

Diketahui ada 13 Pengurus eksekutif wilayah meninggalkan arena kongres diantaranya Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Bali, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara dan satu Kota (Mataram).

Diketahui Eksekutif Nasional (EN LMND) menyelenggarakan Kongres IX yang bertema “Indonesia masa depan Dunia” dibuka di Ball Room Hotel Claro, Jl. A. P. Pettarani, Kota Makassar, Senin (05/12/2022).

Sementara dari sumber yang diterima kongres masih berlangsung di Asrama Haji Sudiang. Muh Asrul digadang-gadang akan kembali maju sebagai Ketua Umum untuk dua periode.

 

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda