Logo Harian.news

Kualitas Tidur Buruk Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung, Berikut Penjelasannya

Editor : Redaksi II Senin, 09 September 2024 19:55
Kualitas Tidur Buruk Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung, Berikut Penjelasannya

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Dinas Kesehatan Kota Makassar melalui akun Instagram @dinaskesehatankotamakassar mengingatkan bahwa kualitas tidur yang buruk memiliki hubungan yang signifikan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

Tidur yang tidak cukup atau terganggu bisa mempengaruhi berbagai aspek kesehatan, termasuk kondisi jantung. Berikut adalah beberapa cara kualitas tidur yang buruk dapat memengaruhi kesehatan jantung:

1. Tekanan Darah Tinggi

Kurang tidur dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, yang merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit jantung. Selama tidur, tubuh biasanya menurunkan tekanan darah sebagai bagian dari proses pemulihan. Namun, jika tidur terganggu atau tidak cukup, tekanan darah tetap tinggi lebih lama, yang berisiko menyebabkan hipertensi. Tekanan darah tinggi yang berkepanjangan dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan kemungkinan terkena penyakit jantung.

2. Peradangan

Tidur yang buruk atau tidak cukup dapat meningkatkan tingkat peradangan dalam tubuh. Peradangan kronis adalah salah satu penyebab utama aterosklerosis, yaitu penumpukan plak di arteri yang bisa menyebabkan penyakit jantung koroner dan serangan jantung. Oleh karena itu, kualitas tidur yang buruk dapat memperburuk kondisi jantung seiring waktu.

3. Kontrol Gula Darah dan Obesitas

Kualitas tidur yang buruk dapat mengganggu metabolisme glukosa dan meningkatkan risiko resistensi insulin, yang pada gilirannya meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Selain itu, tidur yang tidak cukup dapat meningkatkan nafsu makan, terutama untuk makanan tinggi gula dan lemak, yang dapat menyebabkan obesitas. Obesitas adalah faktor risiko signifikan untuk penyakit jantung, karena dapat mempengaruhi tekanan darah, kadar kolesterol, dan fungsi pembuluh darah.

4. Keseimbangan Hormon dan Stres

Kurang tidur dapat meningkatkan produksi hormon stres seperti kortisol, yang dapat memengaruhi fungsi jantung dan pembuluh darah. Peningkatan kadar kortisol berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Kualitas tidur yang rendah juga dapat mengganggu keseimbangan hormon lainnya, yang berperan dalam pengendalian nafsu makan, tekanan darah, dan kesehatan jantung secara keseluruhan.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda