HARIAN.NEWS, SINJAI – UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Sinjai telah melaksanakan kegiatan surveilans migrasi sebagai langkah preventif terhadap penyebaran penyakit malaria, khususnya di kalangan pelaku perjalanan.
Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi serta mencegah potensi penularan malaria di wilayah Kabupaten Sinjai. Lokasi kegiatan dilaksanakan di dua sekolah, yaitu SMA Negeri 1 Sinjai dan SMP Negeri 1 Sinjai, Kamis, 19 September 2024.
Baca Juga : Antisipasi Penyebaran Malaria, Tim Seto-Rezki Gercep Lakukan Fogging di Kecamatan Makassar
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Labkesda Sinjai juga memantau kontingen Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Sinjai yang baru saja selesai, dengan melaksanakan pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT) malaria.
Pemantauan ini dilakukan selama 14 hari setelah kontingen kembali, dengan fokus pada deteksi dini gejala demam yang dapat menunjukkan infeksi malaria. Apabila hasil RDT positif, langkah selanjutnya adalah pemeriksaan mikroskopik untuk memastikan diagnosis. Jika terbukti positif malaria, pengobatan akan segera diberikan sesuai dengan prosedur medis yang berlaku.
Kepala UPTD Labkesda Sinjai, Supardi, SKM, menjelaskan bahwa program surveilans ini merupakan komitmen pihaknya untuk melindungi masyarakat dari risiko malaria. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan, terutama bagi mereka yang baru saja berkunjung ke daerah endemik malaria.
Baca Juga : Siapkan Pembangunan 3 Fasilitas Kesehatan, Pemkab Jeneponto Mulai Bahas Pra Desain
“Kami ingin memastikan masyarakat Sinjai terhindar dari bahaya malaria dengan melakukan deteksi dini pada pelaku perjalanan. Langkah ini sangat vital untuk mencegah penularan penyakit, terutama bagi mereka yang baru saja beraktivitas di daerah yang memiliki angka kejadian malaria tinggi,” ujar Supardi.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan penularan malaria dapat diminimalisir, dan kesehatan masyarakat Kabupaten Sinjai tetap terjaga dengan baik. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

