Logo Harian.news

Lawan Mafia Pupuk, Pengusaha Asal Sulsel Andi Undru Bantu Petani Rancang Inovasi Organik

Editor : Redaksi II Minggu, 23 Maret 2025 11:33
Andi Undru Mario, seorang pengusaha asal Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. (Foto: dok)
Andi Undru Mario, seorang pengusaha asal Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. (Foto: dok)

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Masalah kelangkaan pupuk dan harga yang terus melambung menjadi tantangan besar bagi ketahanan pangan nasional.

Andi Undru Mario, seorang pengusaha asal Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, menawarkan solusi inovatif untuk mengatasi permasalahan tersebut melalui pupuk organik hayati yang lebih terjangkau dan efisien.

Sebagai pemilik PT Super Tani Indonesia (STI), perusahaan yang memproduksi pupuk organik merek Super Tani, Andi Undru menyoroti bahwa selain pasokan yang terbatas, praktik mafia pupuk turut memperburuk kondisi petani di Indonesia.

Baca Juga : Mendikdasmen Mu’ti Resmikan Klinik Utama PKU Muhammadiyah Sulsel, Perkuat Layanan Kesehatan Bagi Lansia

“Petani adalah pihak yang paling terdampak. Harga pupuk yang mahal dan kelangkaan stok menyebabkan mereka kesulitan bertani, bahkan mengalami gagal panen,” ujarnya kepada media, Ahad 23 Maret 2025.

Ia menekankan bahwa masalah ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif dari produsen pupuk swasta.

“Semua pihak harus bersinergi mencari solusi agar petani tidak terus dirugikan,” tambahnya.

Baca Juga : Syawalan Muhammadiyah Sulsel Dimajukan 28 Maret, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Dipastikan Hadir

Dalam Diskusi Media yang digelar oleh Dewan Pimpinan Pusat Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) bersama Komite Media Komunikasi dan Digital Indonesia (KOMEDKOMDIGI) di Jakarta, Kamis 20 Maret 2025, Andi Undru memaparkan solusinya.

Pupuk organik hayati padat Super Tani yang dapat dicairkan, dengan harga jauh lebih murah dibanding pupuk hayati cair yang ada di pasaran.

“Selama ini, pupuk organik hayati cair dijual dengan harga sekitar Rp 250 ribu per liter. Selain mahal, stoknya sering tidak tersedia. Kami menawarkan alternatif dengan harga hanya Rp 1.300 per liter, namun tetap memiliki kualitas tinggi dan terbukti mampu meningkatkan hasil panen hingga 1 ton lebih dibanding sebelumnya,” jelasnya.

Baca Juga : MDA Hadiri Undangan Satgas Percepatan Investasi, Bahas Dinamika Lingkar Tambang

Komisaris Utama PT STI, Kolonel Czi H.A. Ambo Lele, S.Sos., M.Ip, menambahkan bahwa Pupuk Organik Super Tani telah mengantongi izin edar dari Kementerian Pertanian RI. Produk ini juga telah diuji efektivitasnya di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian IPB Bogor dan terbukti dapat digunakan secara optimal.

Menurutnya, agar lebih banyak petani bisa mendapatkan manfaat, pemerintah dapat mengalokasikan dana APBN atau APBD untuk pengadaan pupuk ini secara luas.

“Pupuk ini mengandung unsur penting seperti Trichoderma, Beauveria, PGPR, dan Methasium, yang dapat menyuburkan tanah dan melindungi tanaman dari penyakit,” ungkapnya.

Baca Juga : Gubernur Sulsel Update Penanganan Tim Medis Pemprov di Sumatera dan Aceh: Evakuasi Pasien Berlangsung Intensif

Selain itu, Andi Undru menargetkan bahwa program Go Organik Internasional akan membantu meningkatkan produksi pangan domestik, mengurangi ketergantungan pada impor, dan menjadikan produk pertanian Indonesia mampu bersaing di pasar global.

Koordinator Presidium KOMEDKOMDIGI, Fachrul Razi, turut menyoroti bahwa kelangkaan pupuk di Indonesia sebagian besar disebabkan oleh permainan mafia pupuk yang telah masuk hingga ke desa-desa.

“Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah. Kelompok yang sama terus memainkan harga dan distribusi pupuk, sehingga petani yang menjadi korban,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa program Makanan Bergizi Gratis (MBG) harus memastikan bahan pangan yang digunakan bebas dari bahan kimia berbahaya.

“Petani harus beralih ke pupuk hayati dan organik agar hasil panennya lebih sehat dan mendukung program ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.

Dengan inovasi pupuk organik Super Tani, diharapkan petani dapat lebih mandiri, hasil pertanian meningkat, dan masa depan ketahanan pangan Indonesia semakin kuat.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda