Logo Harian.news

Ade Armando Hengkang dari PSI, Khawatir Ucapan Bikin Partai Terjungkal

Editor : Andi Awal Tjoheng Kamis, 07 Mei 2026 12:58
Ade Armando mundur dari PSI usai dilaporkan polisi terkait video provokatif Jusuf Kalla (JK). (doc_psi)
Ade Armando mundur dari PSI usai dilaporkan polisi terkait video provokatif Jusuf Kalla (JK). (doc_psi)

Curhat Ade Armando Sebelum Mundur: Saya Sering Jadi Sasaran Tembak

HARIAN.NEWS,JAKARTA – Polemik pernyataan kontroversial yang menyeret nama Jusuf Kalla (JK) akhirnya berbuntut panjang. Politikus vokal Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ade Armando, secara resmi mengundurkan diri dari partai berlambang Gajah itu. Pengunduran diri diumumkan dalam konferensi pers di Kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).

Baca Juga : PSI: Grace Natalie Tanggung Jawab Pribadi, Partai Tak Beri Bantuan Hukum

Ade menegaskan langkah ini bukan karena konflik internal, melainkan demi kebaikan bersama. Ia mulai cemas bahwa gaya komunikasinya yang blak-blakan bisa menjadi bumerang bagi PSI.

“Tidak ada konflik saya dengan PSI, tapi saya mundur demi kebaikan bersama,” ujar Ade dalam keterangan persnya.

Dosen yang juga aktif sebagai komentator politik itu mengakui, kariernya di panggung politik kerap diiringi badai kritik. Ia mengaku lelah menjadi “sasaran tembak” atas berbagai pernyataan yang dilontarkan.

Baca Juga : Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan? Ini Agenda 40 Ormas Islam

“Selama ini saya sering jadi sasaran tembak akibat ucapan saya, komentar saya, kritik saya terhadap berbagai pihak,” curhat Ade.

Puncaknya adalah laporan polisi yang menerornya. Ade dilaporkan atas dugaan menyebarkan potongan video ceramah JK di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM). Video tersebut dinilai mengandung narasi provokatif dan hasutan.

“Ada pelaporan dari pihak-pihak yang menganggap saya sengaja menghasut, memprovokasi, bahkan memfitnah Pak JK,” jelasnya.

Baca Juga : Bukan Menistakan, JK Bahas Realitas Konflik Poso dan Ambon

Meski mengaku masih ingin berjuang bersama Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, Ade memilih mundur. Kekhawatiran terbesarnya adalah agar badai hukum yang menerpanya tidak merusak elektabilitas partai ke depan.***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Penulis : ANDI AWAL TJOHENG

Follow Social Media Kami

KomentarAnda