HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Universitas Muhammadiyah Makassar terus mendorong percepatan kenaikan jabatan akademik dosen melalui Coffee Morning dan Sosialisasi Pengusulan Jabatan Fungsional (Jafung) Dosen Tahun 2026 yang digelar di Balai Sidang Muktamar ke-47 Unismuh Makassar, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan langsung Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Andi Lukman, bersama tim untuk memberikan pendampingan terkait aturan baru pengusulan jabatan fungsional dosen tahun 2026.
Sosialisasi diikuti pimpinan universitas, dekan, hingga dosen di lingkungan Unismuh Makassar. Fokus pembahasan mencakup mekanisme pengajuan jabatan akademik, pemenuhan Beban Kerja Dosen (BKD), publikasi ilmiah, kelengkapan data pada sistem SISTER, hingga dokumen pendukung pengajuan.
Wakil Rektor II Unismuh Makassar, Ihyani Malik, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi kampus mempercepat akselerasi jabatan fungsional dosen di seluruh jenjang akademik.
Menurutnya, Unismuh Makassar ingin lebih cepat memahami pola dan regulasi baru agar dosen dapat mempersiapkan pengusulan jabatan secara tepat dan terarah.
“Kami ingin lebih awal mengetahui mekanisme baru pengurusan jabatan fungsional sehingga dosen bisa mempersiapkan pengusulan dengan baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini Unismuh Makassar memiliki 838 dosen, terdiri atas 448 dosen dengan jabatan lektor, 124 lektor kepala, dan 27 guru besar.
Selebihnya berada pada jenjang asisten ahli, tenaga pengajar, hingga dosen spesialis di bidang kedokteran.
Melalui pendampingan tersebut, kampus menargetkan percepatan kenaikan jenjang akademik, mulai dari asisten ahli ke lektor, lektor ke lektor kepala, hingga lahirnya lebih banyak guru besar baru di lingkungan Unismuh Makassar.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Andi Lukman, menegaskan kualitas perguruan tinggi sangat ditentukan oleh kualitas dan produktivitas dosennya.
“Tidak ada perguruan tinggi hebat tanpa dosen yang luar biasa,” katanya.
Menurutnya, jabatan fungsional dosen bukan sekadar administrasi, tetapi menjadi cerminan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.
Ia juga mendorong perguruan tinggi membangun budaya akademik yang kuat melalui peningkatan publikasi ilmiah, kolaborasi riset, penguatan hak kekayaan intelektual, hingga sistem mentoring antar dosen senior dan dosen muda.
“Profesor itu harus melahirkan profesor lainnya,” ujar Andi Lukman.
Dalam sesi diskusi, sejumlah dosen turut menyampaikan kendala pengusulan guru besar, khususnya terkait publikasi jurnal internasional dan sinkronisasi data BKD pada sistem.
Menanggapi hal tersebut, Andi Lukman meminta dosen tidak menjadikan publikasi ilmiah sebagai hambatan, melainkan bagian dari budaya akademik yang harus dibangun secara konsisten.
“Kalau karya ilmiah itu jangan jadi momok,” katanya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan teknis dari Tim Sumber Daya Perguruan Tinggi LLDIKTI Wilayah IX terkait fitur eligibility, validasi rumpun ilmu, alur pengajuan melalui aplikasi SISTER, hingga kesiapan dokumen Pengakuan Angka Kredit (PAK).
Melalui sosialisasi ini, Unismuh Makassar berharap percepatan kenaikan jabatan akademik dosen dapat berjalan lebih terarah sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia dan reputasi akademik institusi.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
