HARIAN.NEWS, MAKASSAR – iForte National Dance Competition 2026 regional Makassar resmi berakhir dan berlangsung meriah di Atrium Mall Ratu Indah, Kamis (29/1/2026).
Ajang bergengsi yang digagas iForte bersama Protelindo Group ini menjadi ruang bagi talenta muda untuk mengekspresikan diri melalui seni tari.
Mengusung tema “Inspirasi Diri”, kompetisi ini mendorong para penari muda untuk percaya pada potensi diri sekaligus menggali kekayaan budaya Indonesia.
Baca Juga : iForte Bimbing UKM di Makassar Kembangkan Bisnis Digital Marketing
Makassar menjadi kota kelima dari total 13 kota yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan iForte National Dance Competition tahun ini.
Dalam kompetisi tersebut, setiap tim ditantang menampilkan dua koreografi, yakni tarian wajib menggunakan lagu Inspirasi Diri serta satu tarian pilihan.
Lagu Inspirasi Diri merupakan karya kolaborasi Yura Yunita dan Eross Candra yang memadukan musik pop dengan senandung bahasa Toraja serta chanting Indonesia.
Karya ini juga diperkaya dengan 11 alat musik tradisional dari berbagai daerah seperti Papua, Sumatera Barat, Jawa Tengah, hingga Bengkulu. Lirik lagu tersebut ditulis langsung oleh Vice President Director & Deputy CEO iForte, Silvi Liswanda.
Dari hasil penilaian dewan juri, tim Original Artist Papuan dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Tanah Papua keluar sebagai juara kategori perguruan tinggi. Sementara kategori pelajar diraih oleh Eagle Dance dari SMA Katolik Rajawali (Smakara).
Sebelumnya, sebanyak 13 tim tari berkompetisi di regional Makassar, terdiri dari 10 tim pelajar SMA/SMK dan tiga tim mahasiswa. Mereka terpilih dari 45 pendaftar yang mengikuti proses seleksi awal di Kota Makassar.
Head of Marketing Communication iForte, Victor Sihombing, mengatakan Makassar dipilih sebagai lokasi kompetisi karena memiliki banyak talenta muda berbakat di bidang seni tari. Selain itu, pertumbuhan bisnis iForte di Makassar juga dinilai sangat positif.
“Makassar punya potensi seni yang luar biasa. Kami juga ingin mendorong gerakan kebudayaan agar terus berkelanjutan melalui pelajar dan mahasiswa,” ujar Victor.

Victor menambahkan, kedua juara regional Makassar tersebut akan kembali berlaga di babak grand final yang akan digelar di Jakarta pada April 2026.
Pada tahap nasional, mereka akan memperebutkan gelar juara nasional, hadiah uang tunai, kesempatan beasiswa di Universitas Ciputra, serta fasilitas pelatihan pengembangan bakat.
iForte National Dance Competition 2026 sendiri telah dibuka sejak 16 Oktober 2025 dan berhasil menjaring 710 pendaftar dari 227 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.
Dari setiap regional, akan dipilih tiga juara, dengan juara pertama mewakili daerahnya di tingkat nasional.

Salah satu penari Eagle Dance, Nixie Vimala Japutamq, mengungkapkan bahwa konsep tarian timnya mengangkat budaya Toraja dengan tema upacara Rambu Tuka, yang dipadukan dengan tari Pakarena khas Sulawesi Selatan.
Sementara itu, tim Original Artist Papuan menampilkan koreografi yang sarat makna dan identitas budaya Papua.
Perwakilan tim, Steven Lazarus Kawer, menjelaskan bahwa tarian mereka merefleksikan kehidupan masyarakat Papua yang hidup selaras dengan alam.

“Properti dayung melambangkan masyarakat pesisir yang melaut. Kami juga mengeksplorasinya sebagai simbol tombak untuk merepresentasikan masyarakat pegunungan dan aktivitas berburu. Itu adalah identitas kami di Original Art Papua,” jelas Steven.
Penyelenggaraan iForte National Dance Competition 2026 di Makassar menjadi wujud komitmen iForte dalam mendukung minat dan bakat generasi muda, sekaligus mendorong mereka untuk terus melanjutkan pendidikan melalui berbagai program beasiswa yang disiapkan.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
