HARIAN.NEWS, CEBU – Pada Kamis, 29 Januari 2026, para Menteri Luar Negeri (Menlu) ASEAN sepakat menegaskan kembali komitmen untuk memajukan implementasi Konsensus Lima Poin (5PC) dalam upaya penyelesaian krisis politik di Myanmar.
Pernyataan ini disampaikan oleh Menlu Filipina, Maria Teresa Lazaro, dalam konferensi pers pasca pembukaan Retret Menlu ASEAN di Cebu, Filipina.
“Posisi bersatu kami tetap mengacu pada Konsensus Lima Poin sebagai panduan utama dalam mengatasi krisis di Myanmar,” ujar Lazaro dengan tegas. ASEAN, dengan Filipina sebagai Ketua ASEAN 2026, telah mengusung tema “Menavigasi Masa Depan Kita, Bersama”, yang mencerminkan komitmen untuk bersama-sama mencari solusi damai dan berkelanjutan bagi Myanmar.
Baca Juga : Menlu RI Sugiono Tegaskan Kemitraan ASEAN Harus Perkuat Sentralitas dan Kesatuan
Konsensus Lima Poin, Acuan Utama Penyelesaian Krisis
Menlu Lazaro menegaskan bahwa kemajuan politik yang berarti hanya dapat tercapai dalam suasana yang damai, aman, dan inklusif. Ini hanya mungkin tercapai jika kekerasan dihentikan dan dialog inklusif melibatkan seluruh pemangku kepentingan Myanmar.
ASEAN juga menekankan pentingnya peran organisasi ini dalam membantu Myanmar merencanakan masa depan yang lebih baik.
Baca Juga : Kasus Covid-19 Meningkat di ASEAN, Kemenkes Keluarkan Imbauan
Lebih lanjut, Menlu Filipina mengungkapkan bahwa Myanmar harus tetap menjadi bagian integral dari ASEAN. Ia juga menyoroti pentingnya pemilihan umum yang bebas, adil, damai, transparan, inklusif, dan kredibel di Myanmar.
Meski demikian, Lazaro mencatat bahwa hingga saat ini, ASEAN belum memberikan dukungan terhadap pemilihan umum yang baru-baru ini dilaksanakan di Myanmar.
Peran Utusan Khusus Filipina
Baca Juga : Departemen Pertanian Amerika Serikat Ramalkan Produksi Beras Indonesia Tertinggi di ASEAN
Maria Teresa Lazaro, yang menjabat sebagai Utusan Khusus Ketua ASEAN untuk Myanmar, juga berbagi pengalamannya dalam kunjungan ke Naypyidaw pada 5-7 Januari 2026.
Dalam kapasitasnya, Lazaro bertemu dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Jenderal Senior Min Aung Hlaing, Ketua Komisi Keamanan dan Perdamaian Negara Myanmar. Kunjungan ini merupakan bagian dari mandat dalam Konsensus Lima Poin yang diamanahkan kepada ASEAN.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
