Logo Harian.news

HARIAN MAKASSAR

Masjid Rp1 Triliun Wakaf Amran Sulaiman Tutup Kubah, Siap Digunakan Umat Paling Lambat 2027

Editor : Andi Awal Tjoheng Rabu, 23 September 2026 22:32
Ilustrasi Masjid Hajjah Andi Nurhadi Makassar yang diproyeksikan menjadi pusat kegiatan keumatan dan pengembangan peradaban Islam di Indonesia Timur ||(Kredit foto: aasfoundation/handover_igadiwia@harian.news)
Ilustrasi Masjid Hajjah Andi Nurhadi Makassar yang diproyeksikan menjadi pusat kegiatan keumatan dan pengembangan peradaban Islam di Indonesia Timur ||(Kredit foto: aasfoundation/[email protected])

Pembangunan masjid ini, lanjut Rezki, merupakan bagian dari cita-cita filantropi yang telah lama dipegang Amran. Sebagai pengusaha sukses asal Sulawesi Selatan, Amran memandang keberhasilan usaha sebagai jalan untuk mengangkat kehidupan masyarakat miskin.

“Sejak awal merintis usaha, Bapak selalu berpesan bahwa rezeki yang diperoleh harus kembali kepada mereka yang membutuhkan. Bagi beliau, ukuran kesuksesan bukan seberapa besar harta yang dimiliki, melainkan seberapa banyak orang kecil yang terbantu,” ujar Rezki.

Baca Juga : Kementan Genjot Hilirisasi 7 Komoditas, Anggaran Rp9,5 T

Cita-cita tersebut diwujudkan Amran dengan mendirikan AAS Foundation setelah tidak lagi menjabat sebagai menteri pada 2019. Sejak itu, yayasan tersebut aktif menjalankan berbagai kegiatan filantropi bagi masyarakat kecil.

“AAS Foundation lahir dari keinginan Bapak agar kepedulian kepada masyarakat miskin berjalan terencana dan berkelanjutan, bukan sekadar bantuan sesaat,” jelas Rezki.

Komitmen itu juga tercermin dari berbagai kegiatan pribadi Amran dalam membantu masyarakat kecil yang kerap ia bagikan kepada publik. Rezki menyebut ekspansi bisnis Amran semakin kuat setelah tidak lagi menjabat sebagai menteri.

Baca Juga : Kementan Lepas Ekspor 545 Ton Produk Unggas ke Tiga Negara, Nilai Tembus Rp18,2 Miliar

“Setelah 2019, Bapak kembali fokus membesarkan usaha dan hasilnya terlihat dari pertumbuhan bisnis yang semakin kokoh. Sebagian dari hasil itulah yang beliau wakafkan untuk pembangunan masjid ini,” ujarnya.

Rezki juga mengingatkan bahwa Amran dikenal sebagai menteri yang berani mengambil risiko. Saat pertama kali menjabat sebagai Menteri Pertanian tahun 2014, Amran memilih menutup perusahaan racun tikusnya TIRAN (Tikus Diracun Amran), padahal bisnis tersebut tengah berkembang pesat dan menjadi tulang punggung pendapatan usahanya.

“Beliau sangat menjaga batas antara bisnis dan tanggung jawabnya sebagai pejabat negara. Menutup usaha yang sedang tumbuh bukan keputusan mudah, tetapi beliau melakukannya demi menghindari konflik kepentingan,” tegas Rezki. ***

Baca Juga : Ditakuti Mafia Pangan, Mentan Amran bak ‘Jenderal Perang’ di Kabinet Merah Putih

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman
Penulis : IGA K DIWIA

Follow Social Media Kami

KomentarAnda