HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan empat pesan utama saat membuka Rapat Kerja Nasional Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah serta Pendidikan Nonformal PP Muhammadiyah di Hotel Four Points Makassar, Jumat (13/2/2026).
Pesan tersebut menegaskan arah penguatan sekolah Muhammadiyah agar lebih substantif, kolaboratif, dan berdampak nyata.
Di hadapan peserta Rakernas Majelis Dikdasmen-PNF PP Muhammadiyah dari seluruh Indonesia, ia menegaskan bahwa forum nasional tidak boleh berhenti pada seremoni semata, melainkan harus melahirkan kerja nyata yang terukur.
“Keberhasilan Rakernas tidak diukur dari kemeriahan acara, tetapi dari program yang benar-benar dijalankan di daerah serta memberikan dampak langsung bagi sekolah,” ucapnya.
Ia menilai semangat dan gagasan yang muncul selama forum harus diterjemahkan menjadi rencana aksi yang jelas.
Abdul Mu’ti juga mengingatkan kecenderungan sebagian organisasi yang berhenti pada laporan administratif dan dokumentasi kegiatan tanpa memastikan keberlanjutan program.
Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan Majelis Dikdasmen-PNF Muhammadiyah sebagai mitra strategis.
“Muhammadiyah memiliki jaringan pendidikan luas dan pengalaman panjang dalam mengelola sekolah sehingga kolaborasi dengan organisasi masyarakat menjadi kunci memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan dasar dan menengah,” jelasnya.
Tantangan pendidikan nasional, kata dia, tidak dapat diatasi pemerintah sendiri tanpa partisipasi aktif organisasi kemasyarakatan.
Abdul Mu’ti juga mendorong agar Rakernas dimanfaatkan sebagai ruang berbagi praktik baik antarwilayah.
Pengalaman sukses dalam tata kelola sekolah, penguatan literasi, maupun inovasi pembelajaran di daerah dinilai dapat menjadi rujukan bagi wilayah lain untuk mempercepat pemerataan mutu pendidikan.
Ia turut mengingatkan agar kegiatan seremonial tidak mendominasi agenda organisasi.
“Seremoni tetap penting, namun tidak boleh mengurangi fokus pada kerja substantif dan program berkelanjutan. Keberhasilan organisasi pendidikan, menurutnya, harus diukur melalui indikator kinerja yang jelas serta dampaknya terhadap kualitas pembelajaran,” bebernya.
Rakernas Majelis Dikdasmen-PNF PP Muhammadiyah 2026 membahas penguatan tata kelola, peningkatan mutu, dan kolaborasi strategis dalam membangun sistem pendidikan berkemajuan.
Melalui empat pesan tersebut, Abdul Mu’ti berharap sekolah Muhammadiyah semakin kokoh sebagai bagian dari ekosistem pendidikan nasional, tidak hanya kuat secara tradisi, tetapi juga unggul dalam implementasi dan kinerja nyata di lapangan.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

