Sesuai arahan Presiden Prabowo, harga bahan pokok ditekan, perusahaan yang menjual bahan pokok di atas harga eceran tertinggi (HET) akan ditindak, dan harga gabah di tingkat petani dinaikkan.
“Presiden Prabowo sangat peduli dengan kita semua. Kami adalah pelayan masyarakat. Ini perintah Bapak Presiden untuk turunkan harga bahan pokok selama Ramadan, kemudian kredit macet petani diputihkan. Sektor pertanian itu produksi berasnya sudah naik. Kita kekurangan tahun lalu, berkat irigasi kita diperbaiki, pupuknya dua kali lipat, akhirnya hari ini produksi beras nasional meningkat, dan kita bisa turunkan harga operasi pasar seluruh Indonesia,” jelasnya.
Baca Juga : Mentan Amran: 160 Juta Petani dan Peternak Suplai Program MBG
Masyarakat pun merasakan dampak positif dari kebijakan ini. Yaya, salah satu warga asal Cilandak, Jakarta Selatan menyampaikan rasa terima kasihnya.
“Saya banyak berterima kasih sekali dengan turunnya harga, sangat membantu sekali. Terima kasih Pak, semoga Indonesia makmur jaya,” ujarnya.
Darsi, warga asal Kedoya, Jakarta Barat juga menyampaikan apresiasinya atas kinerja luar biasa dari pemerintah.
Baca Juga : Mentan Amran: Percepat Lima Strategi Utama Mitigasi Kekeringan Hadapi El Nino
“Terima kasih banyak Pak Presiden, Pak Menteri Pertanian, yang telah membantu kita-kita. Dengan harga bahan pokok yang diturunkan, meringankan lah di bulan suci Ramadan ini,” katanya.
Dengan kondisi yang terus membaik, Mentan Amran optimistis ketahanan pangan Indonesia akan semakin kuat.
Pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga kestabilan ini agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia. ***
Baca Juga : Ketahanan Pangan Bukan Slogan Politik
Baca berita lainnya Harian.news di Google News

