HARIAN.NEWS,JAKARTA – Namanya mungkin tak setenar menteri, tetapi posisinya kini sangat strategis. Nanik Sudaryati Deyang adalah mantan wartawan senior yang berhasil menembus lingkar inti kekuasaan Presiden Prabowo Subianto. Pada 2 Juni 2026, ia resmi ditunjuk sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)– lembaga yang menggerakkan program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk jutaan anak Indonesia.
Bagaimana perjalanan perempuan kelahiran Madiun, 3 Januari 1968, ini? Berikut kilas baliknya.
Baca Juga : Dadan Hindayana, Ahli Serangga yang Menjadi Kepala BGN
Masa Kecil & Pendidikan: Dari Biologi hingga Kehutanan
Nanik tumbuh dalam budaya Jawa yang sarat dengan tradisi dan obrolan politik dari warung hingga ruang keluarga. Alih-alih masuk ilmu sosial, ia justru menekuni sains. S1 Biologi di Universitas Jenderal Soedirman, lalu S2 Kehutanan di Universitas Gadjah Mada. Kombinasi ilmu hayati dan lingkungan ini kelak membantunya memahami isu gizi dan kemiskinan yang ia tangani di pemerintahan.
Karier Jurnalistik: Dari Tabloid Bangkit hingga Pengusaha Media
Baca Juga : Peluang Serangga Jadi Bahan Makan Bergizi Gratis
Selepas kuliah, Nanik memilih jalan tak lazim: menjadi wartawan di Tabloid Bangkit (grup Kompas Gramedia). Kemampuan menulis dan membaca peluang membuatnya cepat naik pangkat. Tak berhenti sebagai reporter, ia kemudian mendirikan dan memimpin sejumlah media:
– Majalah perempuan Femme
– Tabloid Info Kecantikan, Info Kuliner
– Tablok bisnis Peluang Usaha
– Tabloid politik The Politic
Dari wartawan, ia berubah menjadi pengusaha media yang paham pasar kelas menengah urban. Inilah batu loncatan menuju panggung politik nasional.
Masuk Lingkar Politik Prabowo: Relawan hingga Wakil Ketua BPN
Kedekatan Nanik dengan Prabowo menguat saat ia menjadi relawan. Pada Pilpres 2019, ia dipercaya sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno. Posisi ini menempatkannya di pusat komunikasi krisis dan narasi kampanye.
Kontroversi Hoaks Ratna Sarumpaet
Nama Nanik meledak ke publik saat kasus penganiayaan palsu Ratna Sarumpaet bergulir (2018-2019). Dalam persidangan, ia disebut sebagai orang yang pertama mengunggah kabar bohong itu ke media sosial, sekaligus mempertemukan Ratna dengan Prabowo.
Ia berkali-kali diperiksa polisi dan menjadi saksi di pengadilan. Nanik justru bersikukuh bahwa Ratna sempat ingin “menjatuhkan Prabowo” lewat hoaks tersebut. Episode ini membuatnya kontroversial, namun ia tetap loyal dan dipertahankan di orbit politik sang presiden.
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
