Logo Harian.news

Narasi yang Timpang sebagai Provokasi Halus

Editor : Andi Awal Tjoheng Jumat, 12 Juni 2026 09:05
Narasi yang Timpang sebagai Provokasi Halus ||(dok_qwenAI@harian.news)
Narasi yang Timpang sebagai Provokasi Halus ||([email protected])

Karena itu, program pembangunan tidak cukup disampaikan melalui angka, laporan, dan seremoni. Ia membutuhkan cerita yang hidup dan dekat dengan pengalaman masyarakat. Kisah petani yang beralih ke varietas tahan kekeringan, ibu-ibu yang mengembangkan komoditas alternatif untuk menambah pendapatan keluarga, atau anak muda yang kembali ke kampung halaman karena melihat peluang di sektor pertanian adalah narasi yang mampu memperlihatkan wajah manusia di balik kebijakan.

Cerita semacam itu membuat publik memahami bahwa pembangunan bukan sekadar statistik, melainkan proses yang mengubah kehidupan.
Ruang publik yang sehat bukan hanya memberi tempat bagi cerita yang paling ramai, tetapi juga bagi cerita yang paling penting.

Baca Juga : Lipstik Effect: Ketika Rakyat Disuruh Tenang Soal Dolar, Dapur Rumah Pilih Bertahan Cara Sendiri

Narasi yang timpang dapat menjadi bentuk provokasi yang halus, bukan karena mengandung kebohongan, melainkan karena hanya menampilkan sebagian kebenaran dan menyingkirkan bagian lainnya.

Jika kita ingin menjaga keutuhan bangsa di tengah keberagaman, maka yang harus dihadirkan bukan sekadar informasi yang viral, melainkan gambaran yang utuh, adil, dan berimbang. ***

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]
Halaman
Penulis : IGA KUMARIMURTI DIWIA (PEMRED HARIAN.NEWS)

Follow Social Media Kami

KomentarAnda