HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Jumlah investor di pasar modal Indonesia terus tumbuh signifikan hingga menembus 18,02 juta pada akhir Agustus 2025.
Kepala OJK Mahendra Siregar menyebut pertumbuhan investor mencapai 21,18 persen sepanjang tahun berjalan.
Baca Juga : Perbankan Sulsel Tumbuh Positif, Aset Tembus Rp215,79 Triliun
“Minat masyarakat untuk berinvestasi terus meningkat seiring kepercayaan pada stabilitas ekonomi nasional,” kata Mahendra.
Nilai Asset Under Management (AUM) industri pengelolaan investasi mencapai Rp885,95 triliun, naik 3,42 persen mtd dan 5,80 persen ytd.
Sementara Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana meningkat 4,54 persen mtd menjadi Rp550,43 triliun dengan net subscription Rp12,14 triliun.
Baca Juga : OJK Sulselbar Dorong Literasi Keuangan Mahasiswa Lewat Seminar Dana Pensiun
Di pasar obligasi, indeks ICBI menguat 1,62 persen mtd dan 8,40 persen ytd, sementara investor non-residen mencatatkan net buy Rp18,14 triliun.
“Likuiditas pasar tetap terjaga dengan penguatan signifikan di berbagai instrumen, termasuk reksa dana dan obligasi,” tambah Mahendra.
OJK juga mencatat nilai penawaran umum mencapai Rp167,92 triliun, termasuk 16 emiten baru, serta 21 pipeline dengan nilai indikatif Rp19,07 triliun.
Baca Juga : Rebalancing MSCI Picu Tekanan Jangka Pendek, OJK Tetap Optimistis
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
