Logo Harian.news

OJK Perkuat Ketahanan Siber Industri Keuangan Digital

Editor : Redaksi II Sabtu, 02 Mei 2026 12:57
Ilustrasi keuangan digital OJK. (Dok. OJK)
Ilustrasi keuangan digital OJK. (Dok. OJK)
APERSI

HARIAN.NEWS, MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali memperkuat kapasitas ketahanan siber industri keuangan digital nasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, mengatakan keamanan siber kini menjadi prasyarat utama dalam ekosistem keuangan digital.

Baca Juga : OJK Bangun Industri Pindar Berintegritas Pasca Putusan KPPU

“Keamanan siber bukan lagi sekadar isu teknis, melainkan prasyarat utama bagi keberlanjutan industri keuangan digital. Satu insiden siber dapat berdampak luas terhadap reputasi, kepercayaan, dan stabilitas ekosistem,” ujar Adi dalam Workshop Keamanan Siber bagi Penyelenggara Inovasi Teknologi Sektor Keuangan di Jakarta, Senin (27/4/2026).

Kegiatan yang digelar OJK bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) ini bertujuan meningkatkan kesiapan industri dalam menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks dan cepat berkembang.

Adi menegaskan, industri perlu beralih dari pendekatan compliance-based security menuju resilience-based security. Keamanan siber, kata dia, harus menjadi bagian dari strategi bisnis, tata kelola perusahaan, manajemen risiko, serta perlindungan konsumen.

Baca Juga : Struktur Baru OJK Terbentuk, Tujuh Anggota Dewan Komisioner Resmi Dilantik

“Kepercayaan adalah mata uang utama dalam ekonomi digital. Kecepatan inovasi harus diimbangi dengan kekuatan pengamanan,” katanya.

OJK juga mendorong seluruh Penyelenggara Inovasi Aset Keuangan Digital (IAKD) untuk menjadikan keamanan siber sebagai investasi strategis guna menjaga kesinambungan layanan dan meningkatkan daya saing.

Selain itu, penguatan sumber daya manusia dinilai penting untuk mendukung sistem keamanan yang andal, termasuk melalui peningkatan kompetensi, disiplin operasional, serta budaya pelaporan insiden yang transparan.

Baca Juga : Jelang Periode Libur Lebaran BRI Imbau Nasabah Waspada Penipan Modus File .APK

Workshop yang berlangsung pada 27–29 April 2026 tersebut diikuti oleh para penyelenggara IAKD, mayoritas merupakan jajaran direksi. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan industri dalam mencegah, mendeteksi, merespons, dan memulihkan diri dari insiden siber.

Baca berita lainnya Harian.news di Google News

Redaksi Harian.news menerima naskah laporan citizen (citizen report). Silahkan kirim ke email: [email protected]

Follow Social Media Kami

KomentarAnda