Disparitas angka tersebut memicu kekhawatiran serius OJK. Pasalnya, maraknya penggunaan instrumen keuangan yang tidak dibarengi pemahaman memadai berpotensi besar menjerumuskan masyarakat menjadi korban salah guna. Hal ini mencakup kerentanan terhadap modus penipuan, perangkap investasi bodong, pinjaman online ilegal, hingga aneka skema kejahatan keuangan digital yang mengincar celah kepolosan konsumen.
Atas dasar itu, arah edukasi tidak boleh berhenti pada tahapan memperkenalkan keberadaan sebuah produk keuangan saja. Lebih mendalam dari itu, publik dituntut untuk benar-benar menguasai karakteristik, rincian biaya, kalkulasi risiko, manfaat, hingga hak serta kewajibannya sebagai pengguna jasa.
Baca Juga : Kepengurusan Baru PWI, Ketua DPRD Sulsel Siap Akselerasi Sinergi & Transformasi Digital Media
Dalam bingkai inilah, kemitraan OJK dan PWI ditargetkan mampu memperluas daya jangkau penetrasi edukasi hingga menyasar kelompok masyarakat yang selama ini belum tersentuh sosialisasi secara tatap muka. Publikasi media massa dipandang sebagai kanal paling efektif lantaran sanggup menyampaikan pesan secara berkelanjutan serta mencakup audiens yang sangat luas.
Arif menitipkan harapan agar sinergi bersama PWI Sulsel ke depannya tidak mandek sebagai agenda seremonial belaka, melainkan bertransformasi menjadi kolaborasi jangka panjang dalam membentuk kesadaran finansial publik. Pers diharapkan konsisten mengawal dinamika industri jasa keuangan sekaligus menjadi kompas informasi yang mengarahkan masyarakat menjadi konsumen yang cerdas.
“Akselerasi tingkat literasi keuangan akan membuahkan dampak yang jauh lebih dahsyat apabila digarap secara gotong royong. OJK memegang kendali pada fungsi regulasi, pengawasan, dan materi edukasi, sedangkan pers memegang kekuatan besar dalam mendiseminasikan informasi secara masif kepada publik,” jelasnya.
Baca Juga : Bangun Komunikasi dengan Industri Perbankan, Pengurus PWI Sulsel Audiensi ke Bank Mandiri
Pada kesempatan yang sama, Ketua PWI Sulsel, Ir. H. Suwardi Thahir, M.I.Kom, menyampaikan bahwa pers memiliki peran vital sebagai jembatan penerjemah antara dinamika ekonomi-keuangan dengan realitas masyarakat bawah. Oleh karenanya, PWI Sulsel siap berpasangan dengan OJK Sulselbar melalui berbagai terobosan, salah satunya lewat program peningkatkan kapasitas wartawan.
“PWI Sulsel siap bahu-membahu bersama OJK Sulselbar dalam memperkuat literasi keuangan publik. Agenda ini mencakup penyelenggaraan pelatihan khusus bagi jurnalis agar makin piawai membaca data ekonomi serta menyajikannya menjadi berita yang menarik,” tutur Suwardi.
Ia mengakui bahwa meracik narasi ekonomi untuk dikonsumsi publik bukanlah perkara yang gampang. Terdapat beragam jargon teknis serta konsep finansial yang tergolong rumit, sehingga membutuhkan keahlian analisis tersendiri sebelum dapat disajikan menjadi bacaan yang ringan dan komunikatif.
Baca Juga : Deadline 30 September, PWI Sulsel Percepat Seleksi Atlet Porwanas
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
