“Menerjemahkan bahasa istilah ekonomi agar mudah dipahami masyarakat awam itu tidak sederhana. Membaca indikator ekonomi butuh kejelian tersendiri,” sebutnya.
Oleh karena itu, wartawan dituntut memiliki bekal kompetensi yang solid dalam membedah data dan informasi finansial sebelum melemparkannya ke ruang publik. Keterampilan tersebut sangat krusial agar berita yang ditulis tidak sekadar berisi deretan angka kaku, melainkan mampu mengurai makna mendasar serta dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat.
Baca Juga : Kepengurusan Baru PWI, Ketua DPRD Sulsel Siap Akselerasi Sinergi & Transformasi Digital Media
Suwardi meyakini bahwa penguatan kapasitas jurnalis di ranah ekonomi dan keuangan bakal memperkokoh fungsi media sebagai sarana edukasi publik yang tepercaya. Dengan wawasan yang makin matang, para wartawan akan sanggup mengulas isu-isu produk maupun layanan keuangan secara presisi, lugas, dan kontekstual.
“Kemitraan PWI dan OJK ini kami harapkan tidak hanya melejitkan mutu jurnalistik ekonomi, tetapi juga turut memantik kesadaran masyarakat agar makin familier dengan dunia keuangan. Dengan demikian, muatan informasi yang disajikan media dapat membantu pembaca dalam mengambil keputusan finansial secara lebih cermat dan bijaksana,” pungkasnya. ***
Baca berita lainnya Harian.news di Google News
